JAKARTA, Mediapriangan.com - Komika Arie Kriting menyampaikan kegelisahannya atas dua isu yang ramai diperbincangkan publik dalam sepekan terakhir, yakni polemik LPDP dan kasus Maluku yang melibatkan seorang pelajar.
Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 22 Februari 2026, Arie Kriting menuliskan pandangannya tentang nasionalisme dan rasa keadilan di tengah sorotan terhadap dua peristiwa tersebut.
Isu pertama yang disorot Arie Kriting adalah polemik LPDP yang dipicu oleh video viral seorang alumni penerima beasiswa. Konten bertajuk "Cukup Saya WNI, Anak Jangan" menuai reaksi luas dan kini tengah dalam penelusuran pihak terkait.
Baca Juga: 21 Tahun di Jepang, WNI Sastia Prama Putri Bangga Paspor Indonesia dan Gaungkan Cinta Tanah Air
Bagi Arie Kriting, pernyataan tersebut menyentuh sisi nasionalisme yang menurutnya tidak bisa dipandang ringan.
"Betapa membingungkan hidup di negara ini," tulis Arie memulai pernyataannya.
Ia mengaku rasa nasionalismenya terusik oleh polemik LPDP tersebut.
"Baru kemarin, rasa nasionalisme-ku terusik," kata Arie.
Menurutnya, pernyataan seorang penerima beasiswa yang bersumber dari dana publik seharusnya mencerminkan tanggung jawab moral terhadap bangsa.
Baca Juga: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Hadiri Hari Jadi Kota Banjar ke-23, Serukan Kolaborasi Pembangunan
"Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini," ungkap Arie.
"(Tertulis) 'Cukup aku yang WNI, anakku jangan', begitu katanya, membuat saya kesal juga," imbuhnya.
Arie Kriting juga mengingatkan agar persoalan di dalam negeri tidak dijadikan alasan untuk berpaling dari identitas kebangsaan. Dalam konteks polemik LPDP, ia menekankan pentingnya komitmen terhadap tanah kelahiran.
"Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat," terangnya.
Artikel Terkait
Strategi Cerdas Membangun Brand Digital dengan Online Video Editor dan Buat Logo
HUT ke 23 Kota Banjar, Masagi Tumbuh Istimewa Didorong Inovasi dan Branding Daerah
Pengawasan DPRD Jabar di Ciamis Soroti Kebutuhan Ruang Kesempatan Kerja bagi Masyarakat
Terancam Gagal ke Final Four, Duel Proliga 2026 Penentu Nasib Jakarta Livin Mandiri dan Bandung BJB Tandamata
Drama Lima Set Proliga 2026 Putri, Jakarta Livin Mandiri Tekuk Bandung BJB Tandamata, Klasemen Kian Sengit
Setahun Viman Diky, Wali Kota Tasikmalaya Perluas Tasik Gemas sebagai Gerakan Masyarakat Sehat