nasional

MBG Jadi Motor Ekonomi Daerah, Dorong Pertumbuhan hingga 0,7 Persen dan Perputaran Rp32 Triliun

Selasa, 17 Maret 2026 | 09:36 WIB
Program MBG jadi stimulus fiskal baru, dorong ekonomi daerah, serap tenaga kerja dan picu perputaran Rp32 triliun. (Ilustrasi dok. istimewa)

Menurut Noviardi, kekuatan utama program MBG justru terletak pada efek berantai atau multiplier effect yang dihasilkan.

“Ketika petani menerima pendapatan, mereka belanja lagi ke pedagang. Pedagang meningkatkan pasokan dari produsen. Siklus ini membuat uang berputar dua sampai tiga kali dalam ekonomi daerah. Inilah multiplier effect yang jarang dimiliki program sosial lainnya,” jelasnya.

Perputaran uang yang terjadi secara berulang ini membuat ekonomi daerah semakin dinamis dan tidak bergantung pada satu sektor saja.

Baca Juga: Viral Menu Fish and Chips MBG Ramadan Disentil Pandji Pragiwaksono, SPPG Mojosongo Solo Akhirnya Buka Suara

Potensi Dongkrak Pertumbuhan hingga 0,7 Persen

Secara makro, program MBG diperkirakan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah hingga 0,3 sampai 0,7 persen. Dengan kondisi pertumbuhan yang sudah stabil, tambahan ini berpotensi mendorong capaian ekonomi ke level yang lebih tinggi.

Meski demikian, efektivitas stimulus fiskal ini tetap bergantung pada tata kelola yang baik. Pengawasan distribusi, kualitas bahan pangan, serta transparansi menjadi faktor kunci agar manfaatnya tidak bocor.

“Risikonya ada pada pengawasan pemasok, kualitas bahan pangan, dan transparansi distribusi. Jika itu tidak dikontrol, multiplier effect bisa bocor keluar daerah atau bahkan menimbulkan inefisiensi,” ujarnya.***

Halaman:

Tags

Terkini