MBG Jadi Motor Ekonomi Daerah, Dorong Pertumbuhan hingga 0,7 Persen dan Perputaran Rp32 Triliun

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 17 Maret 2026 | 09:36 WIB
Program MBG jadi stimulus fiskal baru, dorong ekonomi daerah, serap tenaga kerja dan picu perputaran Rp32 triliun. (Ilustrasi dok. istimewa)
Program MBG jadi stimulus fiskal baru, dorong ekonomi daerah, serap tenaga kerja dan picu perputaran Rp32 triliun. (Ilustrasi dok. istimewa)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Peran program MBG kini tak lagi sekadar sebagai kebijakan pemenuhan gizi masyarakat. Dalam praktiknya, program ini mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi daerah, bahkan disebut telah berfungsi sebagai stimulus fiskal yang langsung menyentuh sektor riil.

Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menilai implementasi program MBG di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Tengah, menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan sosial dapat bertransformasi menjadi penggerak ekonomi lokal. Dengan ribuan unit layanan yang tersebar, program ini menciptakan perputaran Rp32 triliun dalam setahun.

“Ini bukan lagi sekadar program bantuan makan. Secara ekonomi, MBG sudah bekerja seperti stimulus fiskal yang langsung masuk ke sektor produksi daerah,” ujar Noviardi, di Jakarta. Senin, 16 Maret 2026.

Besarnya anggaran yang digelontorkan dalam program MBG tidak berhenti di tingkat birokrasi. Sekitar 85 persen belanja justru mengalir langsung ke pemasok lokal, mulai dari petani beras, sayur, telur, ikan hingga produsen susu. Kondisi ini memperkuat fondasi ekonomi daerah karena menciptakan permintaan yang stabil.

Baca Juga: Menu MBG Rapel 4 Hari di Sleman Viral, Warganet Soroti Harga Ayam dari SPPG Harjobinangun

Dorong Pasar Pangan dan Kepastian bagi Petani

Kebutuhan rutin setiap unit layanan yang mencapai sekitar lima ton beras per bulan menjadi penopang utama bagi sektor pertanian.

Pola permintaan yang konsisten ini memberikan kepastian pasar yang selama ini dibutuhkan pelaku usaha pangan.

“Bagi petani, kepastian permintaan jauh lebih penting daripada sekadar subsidi. MBG menciptakan pasar yang rutin dan terukur,” katanya.

Dampak dari program MBG juga terasa pada sektor tenaga kerja. Setiap unit layanan setidaknya menyerap puluhan pekerja, sehingga total potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai ratusan ribu orang. Selain itu, koperasi, UMKM, dan BUMDes ikut terlibat dalam rantai distribusi.

Baca Juga: Guru di Semarang Curhat Soal MBG Terlambat Datang dari SPPG, Sebut Guru Jadi Relawan Tak Dibayar

Multiplier Effect Perkuat Ekonomi Daerah

Efek lanjutan dari stimulus fiskal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Di sejumlah daerah, aktivitas operasional program bahkan mampu menciptakan transaksi harian dalam jumlah besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X