BUTON, Mediapriangan.com - Lautan manusia dari berbagai penjuru wilayah Sulawesi Tenggara memadati pesisir eksotis di Desa Balobone, Kabupaten Buton Tengah.
Selama dua hari, tepatnya pada 1-2 Mei 2026, lokasi tersebut bertransformasi menjadi pusat diskusi dan kolaborasi melalui ajang Camping Kreatif Buton Tengah.
Tidak hanya sekadar berkemah, kegiatan ini menjadi wahana strategis bagi 152 pelaku UMKM, seniman, hingga pegiat lingkungan dari enam daerah di Kepulauan Buton untuk saling bertukar gagasan.
Pemilihan waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional memiliki filosofi mendalam.
Baca Juga: Napak Tilas Padjadjaran Menggema, Mahkota Binokasih Keliling Jawa Barat dalam Balutan Budaya
Panitia ingin menyoroti peran strategis para pekerja di sektor kreatif yang selama ini menjadi penggerak roda ekonomi daerah.
Mereka memandang bahwa pelaku seni dan UMKM adalah buruh kreatif yang membutuhkan ruang apresiasi lebih luas.
"Kreator, pegiat UMKM, dan pekerja seni adalah buruh kreatif. Mereka butuh ruang, jejaring, dan keberpihakan agar bisa sejahtera," ujar Ketua Panitia, Febrian Eki Putra.
Selama kegiatan berlangsung, Pantai Sausumangka menjadi saksi lahirnya berbagai ide inovatif.
Para peserta terlibat dalam diskusi mendalam dengan sejumlah pemangku kebijakan mengenai akses pembiayaan dan strategi promosi destinasi.
Fokus utama dari Camping Kreatif Buton Tengah ini adalah bagaimana membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi para pelaku industri kreatif di masa depan.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari tuan rumah, tetapi juga datang dari Kota Baubau, Muna, Buton Selatan, Pasarwajo, hingga Wakatobi.