Napak Tilas Padjadjaran Menggema, Mahkota Binokasih Keliling Jawa Barat dalam Balutan Budaya

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 3 Mei 2026 | 11:18 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang hadir langsung dalam pelepasan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. (Dok. Humas Jabar)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang hadir langsung dalam pelepasan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. (Dok. Humas Jabar)

 

 

SUMEDANG, Mediapriangan.com - Sumedang menjadi titik awal perhelatan besar yang menyedot perhatian masyarakat luas. Prosesi sakral dimulai ketika simbol kekuasaan masa lalu, Mahkota Binokasih, resmi diberangkatkan dari Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026).

Menggunakan kereta kencana yang megah, peninggalan bersejarah ini memulai perjalanan panjang dalam agenda bertajuk Napak Tilas Padjadjaran.

Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian peringatan Milangkala Tatar Sunda yang rencananya akan rutin digelar setiap tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan kendaraan bermotor, kali ini simbol tersebut diarak dengan prosesi adat yang kental.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang hadir langsung dalam pelepasan, menegaskan pergeseran metode kirab ini.

Baca Juga: Siswa SMP di Sumedang Terpaksa Berhenti Sekolah demi Bantu Ortu Jualan, Rekan Sekelas Tag Gubernur Dedi Mulyadi

"Mulai tahun ini Mahkota Binokasih diarak, bukan lagi pakai mobil Jeep, tetapi dengan acara kebudayaan yang berasal dari nilai leluhur kita, dibawa keliling Jabar. Mampir di delapan tempat, kemudian puncaknya nanti di Kota Bandung menuju Gedung Sate, dan kemudian nanti kembali lagi ke Sumedang," ujar KDM, sapaan akrab gubernur.

Antusiasme warga terlihat nyata di sepanjang jalan utama. Kehadiran Kirab Budaya ini tidak hanya memberikan edukasi sejarah, tetapi juga memberikan stimulus ekonomi bagi warga setempat. Pedagang hingga pemilik penginapan merasakan lonjakan pendapatan yang signifikan selama acara berlangsung.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di wilayahnya. Ia memandang bahwa Napak Tilas Padjadjaran bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan untuk masa depan daerah.

Warga antusias menyambut Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran yang mengarak Mahkota Binokasih menggunakan kereta kencana dari Sumedang menuju Gedung Sate.
Warga antusias menyambut Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran yang mengarak Mahkota Binokasih menggunakan kereta kencana dari Sumedang menuju Gedung Sate. (Dok. Humas Jabar)

"Ini sebuah perhelatan yang luar biasa, syarat akan makna bagaimana sebuah milangkala menjadi cerminan sejarah dan kompas bagi masa depan Jawa Barat dan Sumedang di dalamnya," ujar bupati.

Setelah dari Sumedang, rombongan pembawa Mahkota Binokasih dijadwalkan menyambangi sejumlah daerah seperti Kawali, Kampung Naga, Cianjur, Bogor, Karawang, Depok, dan Cirebon. Rangkaian kirab ini akan mencapai puncaknya di Kota Bandung pada 16 Mei 2026 mendatang.

Gubernur Dedi Mulyadi berharap, melalui Kirab Budaya yang melibatkan partisipasi masyarakat luas ini, kecintaan terhadap identitas lokal semakin menguat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X