JAKARTA, Mediapriangan.com - Rencana penghentian penyaluran MBG disetop kepada peserta didik dari sekolah elite menjadi topik yang ramai diperbincangkan publik dalam beberapa hari terakhir.
Kebijakan yang disampaikan Kepala BGN, Nanik S. Deyang memunculkan beragam tanggapan karena menyangkut arah baru pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.
Wacana MBG disetop bagi kelompok tertentu muncul sebagai bagian dari skema refocusing yang tengah disiapkan pemerintah. Melalui pendekatan tersebut, anggaran dan penerima manfaat program akan dievaluasi kembali agar lebih tepat sasaran.
Perbincangan mengenai kebijakan itu semakin meluas setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut distribusi MBG disetop untuk sekolah elite.
Baca Juga: PCMB 2026 Jabar Diprotes Emak-emak dan Mahasiswa, Aksi Goreng Cireng hingga Soroti Harga BBM Naik
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa sekolah dari kalangan mampu dinilai memiliki akses pemenuhan gizi yang lebih baik dibanding kelompok masyarakat lain yang masih membutuhkan intervensi pemerintah.
"Penyaluran MBG akan disetop ke sekolah-sekolah yang berasal dari kalangan mampu," tulis postingan.
"(Sekolah elite) dianggap memiliki akses gizi yang lebih baik sehingga anggarannya bisa dialihkan ke wilayah atau kelompok yang lebih membutuhkan," sambungnya.
Kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah yang tengah dipersiapkan oleh Kepala BGN, Nanik S. Deyang. Menurutnya, konsep refocusing diperlukan untuk memastikan efektivitas program yang saat ini terus diperluas ke berbagai daerah.
"Maksudnya yang mampu, yang 'kaya' nanti tidak dapat lagi," ujar Nanik singkat di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam penjelasan lain, Kepala BGN menegaskan bahwa refocusing dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata penerima manfaat.
Sekolah elite dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam memenuhi kebutuhan gizi peserta didiknya dibanding sekolah yang berada di wilayah kurang mampu.