Apabila tidak diawasi secara ketat, peningkatan jumlah layanan tersebut dikhawatirkan menimbulkan beban keuangan yang jauh lebih besar dari perencanaan awal.
"Kalau ada 6.877 penambahan, satu bulan ada pengeluaran lebih Rp1 triliun. Pemborosan. Berarti kalau satu tahun sekitar Rp12 triliun," tandasnya.***