nasional

Viral CCTV Bundaran HI Dikabarkan Mati saat Demo Mahasiswa, Pemprov DKI Tegaskan CCTV Bundaran HI Berfungsi Normal

Minggu, 14 Juni 2026 | 08:10 WIB
Viral CCTV Bundaran HI saat demo mahasiswa memicu polemik. Pemprov DKI menegaskan CCTV Bundaran HI tetap aktif dan normal. (Threads/ddokiii - corneliusvito)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Polemik mengenai CCTV Bundaran HI yang disebut tidak dapat diakses saat demo mahasiswa di kawasan Jakarta Pusat menjadi perbincangan luas di media sosial. Keluhan sejumlah pengguna internet muncul setelah tayangan kamera pengawas di beberapa titik dikabarkan tidak bisa dibuka ketika aksi berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026.

Isu CCTV Bundaran HI tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform digital. Sejumlah warganet mengaitkan kondisi itu dengan berlangsungnya demo mahasiswa di pusat ibu kota. Namun, Pemprov DKI memastikan sistem pemantauan yang mereka kelola tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Perdebatan bermula dari unggahan beberapa pengguna Threads yang mengaku kesulitan mengakses tayangan kamera di wilayah Jakarta Pusat. Salah satu unggahan datang dari akun @corneliusvito.

Baca Juga: ICW Soroti Dugaan Jual Beli SPPG Eks Pimpinan BGN, Sebut Ada Kejahatan Terstruktur dan Sistematis

“Jakarta Pusat semua CCTV mati, terlampir contoh MT Haryono yang CCTV-nya nyala. Stay safe!”

Keluhan serupa juga disampaikan akun Threads lainnya.

“Bukan cuma Bundaran HI, satu Jakpus mati semua.”

Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Pemprov DKI melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Marulina Dewi memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa CCTV Bundaran HI maupun jaringan kamera pengawas lain yang berada dalam pengelolaan pemerintah daerah tetap beroperasi normal selama demo mahasiswa berlangsung.

Baca Juga: Viral Borong Dagangan PKL untuk Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Aksi Warga Jaga Warga Tuai Pujian

“Kami pastikan bahwa operasional CCTV Pemprov DKI Jakarta tetap berjalan normal dan digunakan secara aktif untuk mendukung keamanan, ketertiban, keselamatan masyarakat, serta pemantauan wilayah, termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ucap Marulina dalam keterangannya kepada awak media pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut Pemprov DKI, persoalan yang dikeluhkan masyarakat bukan berasal dari sistem resmi milik pemerintah daerah. Gangguan akses disebut terjadi pada platform tertentu yang dikelola pihak ketiga, sehingga berada di luar kendali infrastruktur pemerintah.

Marulina menjelaskan bahwa sejumlah situs atau layanan digital yang menampilkan tayangan CCTV Bundaran HI bukan merupakan kanal resmi yang dikelola oleh Pemprov DKI. Karena itu, apabila terjadi gangguan streaming atau keterlambatan tayangan, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan operasional kamera yang berada di lapangan.

Baca Juga: Disdik Jabar Minta Maaf soal Gangguan PCMB 2026, Siapkan Solusi untuk 77 Ribu Calon Murid Belum Tertampung

“Terkait kendala akses pada beberapa tayangan CCTV yang beredar di platform atau situs tertentu, kami menegaskan bahwa platform-platform tersebut bukan merupakan kanal resmi maupun bagian dari sistem CCTV yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta,” terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini