YOGYKARTA, Mediapriangan.com - Penjelasan mengenai penghentian diskusi yang berujung ricuh di Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya disampaikan oleh SEMA UGM. Organisasi mahasiswa tersebut membeberkan alasan yang melatarbelakangi aksi sejumlah peserta yang naik ke area podium saat forum berlangsung.
Peristiwa itu terjadi dalam diskusi publik bertema Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia yang digelar di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta. Forum tersebut menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.
Di tengah ramainya pembahasan mengenai insiden tersebut, SEMA UGM menegaskan bahwa penghentian diskusi tidak terjadi tanpa sebab. Menurut mereka, terdapat pernyataan dari para pembicara yang memicu respons dari mahasiswa UGM yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Kericuhan Diskusi UGM Memanas, Sudaryono Bantah Kabur Saat Mahasiswa Hentikan Forum Dialog
Melalui keterangan resminya yang diunggah pada media sosial organisasi, SEMA UGM menyoroti ajakan para pejabat agar masyarakat menyampaikan kritik langsung kepada pemerintah, bukan melalui media sosial.
Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu faktor yang memicu ketegangan dalam diskusi publik.
"Kami terpantik ketika mereka bertiga di podium menantang publik untuk 'mengkritik secara langsung, bukan di sosial media'," tulis SEMA UGM.
Baca Juga: Nanik S Deyang Pilih Bungkam soal Motor Listrik BGN, Anas Urbaningrum Ingatkan Peran Jurnalis
Menurut SEMA UGM, pernyataan mengenai kritik langsung tersebut memunculkan reaksi karena dianggap tidak sejalan dengan berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat. Karena itu, sejumlah mahasiswa UGM memilih menyampaikan sikap mereka dalam forum yang sedang berlangsung.
Selain menjelaskan pemicu penghentian diskusi, SEMA UGM juga mengingatkan agar pemerintah tidak terus-menerus menyalahkan masyarakat ketika muncul kritik terhadap kebijakan yang dijalankan. Mereka menilai berbagai persoalan yang terjadi saat ini memerlukan pembenahan yang lebih mendasar.
Dalam keterangannya, organisasi mahasiswa tersebut menyoroti pentingnya perubahan kebijakan untuk menjawab persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.
"Jika pemerintah terus merampas keadilan dan membiarkan perut rakyat kelaparan, jangan salahkan publik jika kesabaran ini habis," tegas SEMA UGM.