nasional

Kemhan Hentikan Latsarmil Manajer Kopdes, Ini 4 Kontroversi yang Berujung Evaluasi Program Seleksi

Kamis, 2 Juli 2026 | 08:51 WIB
Latsarmil manajer Kopdes resmi dihentikan Kemhan. Program ini sebelumnya disorot karena latihan menembak, anggaran, dan denda Rp100 juta. (Instagram.com/@suaraakarrumputt)

 

Mediapriangan.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memutuskan menghentikan skema latsarmil manajer Kopdes yang sebelumnya diterapkan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon pengelola Kopdes Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Kebijakan tersebut diambil setelah rangkaian program menuai berbagai sorotan dari publik.

Sebagai penggantinya, Kemhan mengubah pendekatan pelatihan menjadi pembekalan yang lebih menitikberatkan pada bela negara dan kemampuan manajerial, tanpa lagi menggunakan konsep latihan dasar kemiliteran.

Baca Juga: Promedia Group Audiensi dengan Bakom RI, Bahas Komunikasi Publik dan Peran Media Lokal di Daerah

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan perubahan tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan," kata Rico.

"Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," tambahnya.

Keputusan menghentikan latsarmil manajer Kopdes muncul setelah sejumlah polemik mencuat, mulai dari metode pelatihan, besarnya anggaran, hingga aturan yang sempat memicu kritik.

Baca Juga: Libur Panjang ke Bandung? Ini 2 Cafe Hutan Pinus yang Lagi Populer, Suasananya Bikin Betah Berlama-lama

Latihan Menembak Jadi Sorotan

Salah satu isu yang ramai dibahas adalah adanya latihan menembak dalam rangkaian pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan peserta memegang senjata saat mengikuti pelatihan. Tayangan tersebut memunculkan kritik karena banyak pihak mempertanyakan relevansi materi kemiliteran terhadap tugas mengelola koperasi.

Menanggapi polemik tersebut, Kemhan memastikan materi yang bersifat teknis militer akan dikurangi, termasuk latihan menembak.

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi," ungkap Rico. "Termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini