Menurut Prabowo, keputusan tersebut merupakan bentuk keberpihakan terhadap industri nasional agar Indonesia memiliki kemampuan memproduksi kendaraan sendiri tanpa terus bergantung pada produk luar negeri.
"Kalau saya pilih yang murah buatan asing, kapan Indonesia punya jip sendiri?" ucap Prabowo.
"Karena itu, saya pilih yang buatan anak Indonesia, yaitu Maung, yang sekarang dipakai perwira-perwira kita," sambungnya.
Di akhir penyampaiannya, Prabowo menegaskan bahwa potensi Indonesia untuk menjadi negara maju sangat besar. Namun, keberhasilan itu harus ditopang kepemimpinan yang tepat, penggunaan anggaran yang bertanggung jawab, serta kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
"Kita sebenarnya mampu jika diberi kepemimpinan yang baik, alat yang baik, dan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat," tandasnya.***