nasional

Qodari Tantang Mahasiswa UI Kritik Program MBG Berbasis Data, Bahas Siswa Lapar hingga Anggaran Pendidikan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:19 WIB
Qodari mengajak mahasiswa UI mengkritisi program MBG berbasis data. Ia menilai siswa lapar sulit fokus belajar dan MBG terkait pendidikan. (Instagram.com/@zonamahasiswa.id)

Baca Juga: 4 Rekomendasi Tempat Makan dengan View Bagus di Bandung, Panorama Alamnya Bikin Betah Berlama-lama

"Dari sini jelas, bahwa MBG itu inheren bagian dari proses pendidikan yang berjalan," jelasnya.

Bagi Qodari, program Makan Bergizi Gratis memiliki keterkaitan dengan proses pendidikan karena salah satu tujuannya adalah memastikan peserta didik berada dalam kondisi yang lebih siap untuk mengikuti kegiatan belajar.

Namun, ia menegaskan pemerintah juga memiliki program lain yang secara khusus menyasar persoalan akses pendidikan. Salah satu yang disebut adalah Kartu Indonesia Pintar atau KIP.

Qodari menyampaikan, program KIP memiliki kebutuhan anggaran sekitar Rp15 triliun setiap tahun dan ditujukan untuk membantu lebih dari 1 juta mahasiswa.

Baca Juga: Status Febrie Adriansyah Jadi Sorotan, Kejagung Sebut Masih Saksi dalam Sprindik Baru Meski Polri Tetapkan Tersangka

"Jadi, sebetulnya pemerintah juga punya program. Itu yang saya maksud tadi, jangan dicampurkan dua hal ini," terang Qodari

"Program MBG itu satu hal, program untuk membantu mahasiswa bisa kuliah itu hal yang lain lagi," bebernya.

Perdebatan kemudian bergeser pada persoalan mahasiswa yang disebut telah diterima di perguruan tinggi negeri tetapi terkendala biaya.

Dalam forum itu, muncul pembahasan mengenai klaim sekitar 60 ribu mahasiswa yang disebut tidak dapat melanjutkan proses masuk perguruan tinggi karena persoalan finansial.

Baca Juga: Status Febrie Adriansyah Jadi Sorotan, Kejagung Sebut Masih Saksi dalam Sprindik Baru Meski Polri Tetapkan Tersangka

Menanggapi isu tersebut, Qodari meminta agar persoalan pendidikan dibahas dengan dukungan angka dan data yang jelas.

Ia bahkan mempertanyakan apakah mahasiswa UI memiliki data mengenai calon mahasiswa yang telah memperoleh kesempatan masuk perguruan tinggi tetapi tidak melanjutkan proses pendaftaran.

"Sekarang di UI itu ada berapa? Fathimah punya enggak data angka kursi kosong yang ada orangnya tapi tidak mendaftar?," tanya Qodari.

Ia kemudian mendorong mahasiswa UI untuk menyampaikan kritik terhadap MBG berdasarkan data yang dapat diverifikasi.

Halaman:

Tags

Terkini