JAKARTA, Mediapriangan.com - Sebanyak 16 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya membawa produk unggulan Priangan Timur ke ajang Karya Kreatif Indonesia atau KKI 2026 di Jakarta.
Keikutsertaan UMKM binaan BI Tasikmalaya tersebut berlangsung di Hall A dan B Jakarta International Convention Center pada 20 hingga 23 Agustus 2026. Beragam produk mulai dari fesyen, wastra, kriya, kopi hingga makanan olahan ditampilkan dalam agenda nasional tersebut.
KKI 2026 mengusung tema Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bank Indonesia menggelar kegiatan tersebut bersama 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.
Ajang KKI 2026 juga diarahkan untuk mendukung pemulihan dan penguatan UMKM di sejumlah wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam.
Gelaran KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming.
Sejumlah pejabat turut menghadiri pembukaan, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.
Baca Juga: JAYANTARA Priangan Timur 2026 Dibuka, BI Dorong UMKM Tasikmalaya Tembus Pasar Ekspor dan Global
Dari Priangan Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menghadirkan 16 UMKM binaan. Mereka terdiri atas Dawalul Bordir, Mia Bordir, Tara Bags, Bina Bordir, Dimas Batik, PT Mendong Java Woven, Amily Hijab, Fadsan, Tenjo Bumi Kopi, Mustofa Bu Emi, Tenun Sabilulungan III, Studio Dapur, CV Eska Bersaudara, Kopi Gunung Raja Cigalontang, Sentra Rengginang Purwahaja dan Ecoprint Batik Dahon.
Kepala KPwBI Tasikmalaya Laura Rulida mengatakan, pengembangan UMKM di Priangan Timur tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi. Penguatan kualitas, daya saing, digitalisasi, pembiayaan dan akses pasar juga menjadi bagian dari pembinaan.
Produk khas Priangan Timur yang dibawa ke KKI 2026 mencerminkan kekayaan potensi daerah. Bordir, batik, tenun, mendong, fesyen, kriya, kopi dan makanan olahan menjadi sejumlah sektor yang terus didorong agar mampu masuk ke pasar yang lebih luas.