"Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur dan akses pasar UMKM binaan melalui panggung nasional KKI 2026," ujar Laura.
Salah satu contoh perkembangan UMKM binaan BI Tasikmalaya datang dari sektor kopi. Kopi Bunar yang berasal dari Kampung Bunihurip, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, tumbuh di kawasan kaki Gunung Cakrabuana dan telah berhasil menembus pasar Jepang.
Peningkatan kualitas dilakukan sejak pemilihan benih, perawatan tanaman hingga tahapan pascaproduksi. Proses tersebut turut meningkatkan nilai ekonomi kopi yang sebelumnya berada di bawah Rp2.000 per kilogram menjadi lebih dari Rp10.000 per kilogram setelah memenuhi standar kualitas ekspor.
Selain kopi, sektor wastra juga menunjukkan perkembangan. Tenun Sabilulungan III berhasil masuk 20 besar Citra Nusa Championship Wastra Nusantara 2026 melalui karya Tenun Sutera Sulam dengan motif Gelombang Bulu.
"Capaian tersebut menunjukkan potensi UMKM Priangan Timur untuk terus naik kelas melalui penguatan kualitas produk, inovasi, pelestarian kekayaan budaya, serta perluasan akses pasar nasional maupun global," katanya.
Kehadiran 16 UMKM binaan BI Tasikmalaya di KKI 2026 menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia untuk memperluas pengenalan produk Priangan Timur di tingkat nasional.
Produk-produk tersebut sekaligus dibawa sebagai representasi potensi usaha daerah yang dikembangkan melalui peningkatan kualitas dan perluasan jaringan pasar.***
Artikel Terkait
Pertumbuhan Kredit UMKM Merosot, Perry Warjiyo Beberkan Analisis Bank Indonesia Soal Penurunan Oktober 2025
Bank Indonesia Tasikmalaya Siapkan Rp2,55 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran di Priangan Timur Lewat SERAMBI 2026
Bank Indonesia Ajak Kaum Disabilitas Kota Tasikmalaya Cinta Bangga Paham Rupiah Lewat Edukasi Inklusif
TPID Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Mitigasi El Nino, Bank Indonesia Fokus Jaga Inflasi Daerah
Panen Raya Klaster Padi Pamarican Capai 7,5 Ton per Hektare, Bank Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Ciamis
Bank Indonesia Tasikmalaya Luncurkan SINDANG PRIATIM Berbasis AI, Perkuat Pengendalian Inflasi di Priangan Timur