“Dari jam 11 malam udah di bandara, flight jam 01.15 WIB, udah boarding terus disuruh keluar pesawat lagi dan diminta menunggu sampai jam 6.30 WIB. Sekarang disuruh tunggu lagi sampai jam 09.30 WIB. Kalau memang mau cancel, gapapa banget karena alasan keselamatan, tapi harus jelas, karena kami butuh tidur juga,” ungkapnya.
Kondisi serupa turut dibagikan akun Threads @limiaaprilianti yang mengunggah suasana Terminal 3.
“Begini ya suasana Bandara Soetta T3, masih ditutup sampai siang,” tulis akun Threads @limiaaprilianti.
Baca Juga: MBG di Tengah Kabut Asap Karhutla: Siswa Libur, Orang Tua Tetap Diminta Ambil Makanan, Ini Kata BGN
Dampak abu vulkanik juga terlihat pada pesawat yang berada di area bandara. Sejumlah unggahan memperlihatkan bagian mesin pesawat ditutup menggunakan plastik ketika pesawat dalam kondisi tidak beroperasi.
Langkah tersebut berkaitan dengan risiko abu vulkanik terhadap mesin pesawat. Partikel yang mengandung silika dapat meleleh ketika masuk ke mesin jet yang memiliki temperatur sangat tinggi.
Material tersebut kemudian berpotensi menempel pada komponen mesin dan mengganggu aliran udara.
Baca Juga: Tebet Eco Park Jakarta Selatan, Ruang Hijau Gratis dengan Jembatan Lampu yang Jadi Spot Favorit
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja mesin, termasuk berpotensi menyebabkan kehilangan tenaga hingga mesin berhenti.
“Semua penerbangan di-cancel, sampai ditutup ini mesin pesawatnya,” tulis akun Threads @kurniawan.arf.
“Kondisi pesawat T3 grounded semua dengan cover plastic di jet engine,” tulis akun Threads @andit.s
Hingga pukul 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 penerbangan terdampak pembatalan. Jumlah tersebut terdiri atas 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.***