nasional

3 Kontroversi Purbaya Yudhi Sadewa Selama Jadi Menkeu, dari Dana Rp200 Triliun hingga Pernyataan Rp120 Triliun

Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa meninggalkan sejumlah kebijakan dan pernyataan kontroversial selama setahun menjadi Menkeu, termasuk dana Rp200 triliun. (Dok. menkeuri)

 

JAKARTA, Mediapriangan,com - Masa sekitar satu tahun Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan berakhir setelah dirinya dicopot dari Kabinet Merah Putih pada Senin, 14 September 2026.

Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya dipercaya menggantikan Sri Mulyani sebagai Menkeu pada September 2025. Namun, belum genap lama menduduki kursi bendahara negara, sejumlah kebijakan dan pernyataannya telah memicu perdebatan di ruang publik.

Salah satu yang kembali dibicarakan menjelang pergantian tersebut adalah pernyataan mengenai Danantara dan rencana setoran Rp120 triliun kepada pemerintah.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot dari Kursi Menkeu, Anak Ungkap Reaksi: Bapak Bisa Tidur Nyenyak dan Balik Jadi Trader

Dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta pada 3 September 2026, Purbaya menyampaikan pernyataan terkait kabar tersebut.

"Ah dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu," kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, pada 3 September 2026.

Pernyataan itu kemudian berkembang menjadi polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran Rp120 triliun.

Isu tersebut menjadi salah satu persoalan yang muncul menjelang berakhirnya masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menkeu.

Baca Juga: 3 Wisata Kuliner Bekasi yang Lagi Dicari, Ada Sego Cumi Pedas, Sai Ramen Halal hingga Gabus Pucung Jati Emak Ale

Dana Rp200 Triliun ke Himbara

Beberapa bulan setelah dilantik, Purbaya juga mengambil langkah besar melalui penempatan dana pemerintah senilai Rp200 triliun di bank-bank Himbara.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong kredit mengalir ke sektor-sektor produktif.

Purbaya menegaskan kebijakan itu bukan sekadar untuk menunjukkan gebrakan. Menurutnya, penempatan dana tersebut juga dimaksudkan membangun optimisme terhadap kondisi ekonomi.

Halaman:

Tags

Terkini