3 Kontroversi Purbaya Yudhi Sadewa Selama Jadi Menkeu, dari Dana Rp200 Triliun hingga Pernyataan Rp120 Triliun

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa meninggalkan sejumlah kebijakan dan pernyataan kontroversial selama setahun menjadi Menkeu, termasuk dana Rp200 triliun. (Dok. menkeuri)
Purbaya Yudhi Sadewa meninggalkan sejumlah kebijakan dan pernyataan kontroversial selama setahun menjadi Menkeu, termasuk dana Rp200 triliun. (Dok. menkeuri)

Baca Juga: Pempek Cik Iin Cibinong Bogor, Kuliner Palembang dengan Menu Lengkap, Cobain Kapal Selam hingga Pempek Keju

"Bukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif," kata Purbaya pada Acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta pada 28 Oktober 2025 lalu.

Besarnya dana yang ditempatkan membuat kebijakan tersebut ikut menjadi perhatian publik. Purbaya kemudian meminta bank penerima dana tidak mengarahkannya kepada kelompok konglomerasi.

"Sebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan," jelasnya.

Baca Juga: Sawah Segar Sentul Bogor, Destinasi Tempat Makan di Tengah Sawah Hijau, Cocok untuk Kulineran dan Quality Time

Gaya Bicara yang Disebut Koboi

Selain kebijakan fiskal dan pengelolaan dana pemerintah, gaya komunikasi Purbaya Yudhi Sadewa juga menjadi bagian yang cukup menonjol selama menjabat Menkeu.

Sejak awal menduduki posisi tersebut, Purbaya dikenal menggunakan gaya bicara yang lebih lugas dan spontan ketika merespons berbagai persoalan ekonomi.

Gaya tersebut berbeda dengan pendekatan Sri Mulyani yang selama ini dikenal lebih formal ketika menyampaikan kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Taman Fathan Hambalang Bogor, Tempat Wisata dengan Pemandangan Tiga Gunung dan Lampu Kota

Purbaya bahkan menggambarkan karakter komunikasinya sendiri dengan istilah koboi. Ia mengakui perlu menyesuaikan gaya tersebut dengan tanggung jawab barunya sebagai Menteri Keuangan.

"Jadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak," ungkap Purbaya dalam keterangannya, pada 29 September 2025 lalu.

"Kita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak," tambahnya.

Tiga isu tersebut mewarnai perjalanan Purbaya Yudhi Sadewa selama menduduki kursi Menkeu, sebelum akhirnya posisinya berakhir setelah Presiden Prabowo melakukan reshuffle pada September 2026.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X