nasional

Indonesia Uji Pengeras Suara Masjid Jadi Alarm Gempa, Warga Bisa Punya Waktu 5 hingga 10 Detik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB
Peringatan dini gempa diuji lewat pengeras suara masjid di Indonesia. Sistem alarm gempa ini ditargetkan menjangkau warga di wilayah terpencil. (Instagram/parboaboa)

Baca Juga: Agnez Mo Tampil Beda di MotoGP Mandalika 2026, Gaun Putih Berubah Jadi Biker Look saat Bawakan Coke Bottle

Waktu Respons Bisa Hanya 5 hingga 10 Detik

Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus kepala tim riset gabungan Indonesia, Andi Eka Sakya, menyebut inisiatif tersebut berpotensi menjadi terobosan dalam penyebaran informasi kebencanaan.

Namun, ia menegaskan bahwa teknologi ini masih berada pada tahap prototipe dan belum digunakan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat secara luas.

“Ini masih berupa prototipe, dan mereka belum mengeluarkan peringatan kepada masyarakat umum," tutur Andi.

Baca Juga: Maia Estianty Dikritik Usai Bahas Rezeki Burung Liar di Threads, Perdebatan Kerja Keras dan Sedekah Memanas

Andi menjelaskan, warga yang berada sekitar 50 kilometer dari pusat gempa mungkin hanya memiliki waktu sekitar lima hingga 10 detik untuk merespons setelah gelombang gempa terdeteksi.

Rentang waktu yang singkat itu menunjukkan pentingnya kecepatan dalam menyampaikan informasi.

Karena itu, pengembangan peringatan dini gempa tidak hanya bergantung pada kemampuan sensor mendeteksi aktivitas seismik, tetapi juga pada efektivitas penyebaran peringatan kepada masyarakat.

Baca Juga: 3 Tempat Makan di Karawang yang Punya Cita Rasa Khas, dari Soto Tangkar Legendaris hingga Seafood Melimpah

Sekolah dan Media Siaran Ikut Dikaji

Penelitian ini tidak terbatas pada pengeras suara masjid. Tim juga mempelajari kemungkinan memanfaatkan pengeras suara di sekolah, serta siaran radio dan televisi sebagai bagian dari jaringan penyebaran informasi darurat.

Jika pengujian menunjukkan hasil yang memadai, berbagai saluran tersebut berpotensi saling melengkapi untuk menjangkau lebih banyak warga ketika terjadi gempa bumi.

Meski begitu, penerapan sistem alarm gempa ini masih membutuhkan pengembangan dan pengujian lebih lanjut sebelum dapat digunakan secara luas.

Hingga tahap tersebut tercapai, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang mengenai potensi gempa dan langkah keselamatan yang harus dilakukan.***

Halaman:

Tags

Terkini

Prabowo Dorong Klub Kelola Fasilitas Olahraga Daerah

Selasa, 6 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Prabowo: TNI Harus Dekat dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 | 21:31 WIB