Gempa Bumi NTT Tewaskan 47 Orang, Ini Jejak 10 Gempa Bumi Dahsyat yang Mengguncang Wilayah Ini dalam 51 Tahun

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Gempa NTT bermagnitudo 7,7 menewaskan 47 orang dan berdampak pada lima bandara. Jejak gempa besar juga berulang di NTT.   (Instagram/humaskorpsbrimob)
Gempa NTT bermagnitudo 7,7 menewaskan 47 orang dan berdampak pada lima bandara. Jejak gempa besar juga berulang di NTT. (Instagram/humaskorpsbrimob)

 

FLORES, Mediapriangan.com - Duka kembali menyelimuti Nusa Tenggara Timur setelah gempa NTT berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari.

Bencana yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, itu tidak hanya meninggalkan kerusakan bangunan. Data sementara menunjukkan puluhan warga meninggal dunia, sementara sejumlah fasilitas transportasi udara ikut terdampak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa bumi NTT mencapai 47 orang hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 14.30 WIB.

Baca Juga: Gempa Flores NTT, BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sebaran korban tercatat di sejumlah kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 24 orang. Berikutnya Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.

Selain korban jiwa, dampak gempa Flores juga terlihat dari kerusakan berbagai bangunan. Sebanyak 157 rumah warga dilaporkan rusak, sedangkan fasilitas pendidikan yang terdampak mencapai 87 unit.

Kerusakan akibat gempa NTT juga merambah sektor transportasi udara. Kementerian Perhubungan mencatat terdapat lima bandar udara yang terdampak akibat guncangan tersebut.

Baca Juga: Gempa NTT 7,7 Magnitudo, DPR Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dan Bantuan Segera Dikirim

Kelima bandara itu adalah Bandar Udara Komodo-Labuan Bajo, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman-Ende, Bandar Udara Umbu Mehang Kunda-Waingapu, Bandar Udara Frans Sales Lega-Ruteng, dan Bandar Udara Soa-Bajawa.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyebut kerusakan ditemukan pada sejumlah fasilitas bandara. Di antaranya bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas penunjang lainnya.

"Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," kata Lukman dalam keterangan resminya, pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Baca Juga: Gempa NTT M 7,7, 38 Orang Meninggal Dunia, 2.000 Jiwa Mengungsi dan Kerusakan Masih Didata

Dampak gempa bumi NTT juga dirasakan pada fasilitas pelayanan navigasi penerbangan. Sejumlah unit pelayanan yang terdampak meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polisi dan Warga Lupakan Sekat di Lomba 17-an

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:21 WIB
X