FLORES, Mediapriangan.com - Duka kembali menyelimuti Nusa Tenggara Timur setelah gempa NTT berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari.
Bencana yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, itu tidak hanya meninggalkan kerusakan bangunan. Data sementara menunjukkan puluhan warga meninggal dunia, sementara sejumlah fasilitas transportasi udara ikut terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa bumi NTT mencapai 47 orang hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 14.30 WIB.
Baca Juga: Gempa Flores NTT, BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Sebaran korban tercatat di sejumlah kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 24 orang. Berikutnya Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.
Selain korban jiwa, dampak gempa Flores juga terlihat dari kerusakan berbagai bangunan. Sebanyak 157 rumah warga dilaporkan rusak, sedangkan fasilitas pendidikan yang terdampak mencapai 87 unit.
Kerusakan akibat gempa NTT juga merambah sektor transportasi udara. Kementerian Perhubungan mencatat terdapat lima bandar udara yang terdampak akibat guncangan tersebut.
Baca Juga: Gempa NTT 7,7 Magnitudo, DPR Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dan Bantuan Segera Dikirim
Kelima bandara itu adalah Bandar Udara Komodo-Labuan Bajo, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman-Ende, Bandar Udara Umbu Mehang Kunda-Waingapu, Bandar Udara Frans Sales Lega-Ruteng, dan Bandar Udara Soa-Bajawa.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyebut kerusakan ditemukan pada sejumlah fasilitas bandara. Di antaranya bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas penunjang lainnya.
"Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," kata Lukman dalam keterangan resminya, pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Baca Juga: Gempa NTT M 7,7, 38 Orang Meninggal Dunia, 2.000 Jiwa Mengungsi dan Kerusakan Masih Didata
Dampak gempa bumi NTT juga dirasakan pada fasilitas pelayanan navigasi penerbangan. Sejumlah unit pelayanan yang terdampak meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.
Artikel Terkait
Waduk Brigif Jagakarsa, Destinasi Wisata Hits di Jakarta Selatan untuk Jogging dan Refreshing
4 Kuliner Anti FOMO yang Tetap Diburu, Ada Soto Gading hingga Bebek Sinjay Meski Tak Lagi Viral
Pekan QRIS Nasional 2026 di Kota Tasikmalaya Makin Luas, QRIS Masuk Layanan Publik hingga Pesantren
Viral Peternak Ungkap Dugaan Permintaan Telur Hampir Busuk dari Dapur MBG, Harga Nota Disebut Dimarkup
Gempa NTT M 7,7 Guncang Labuan Bajo, Air Laut Sempat Surut dan Pengunjung Hotel Berlarian
Gempa NTT M 7,7 Guncang Pulau Padar, Wisatawan Berpegangan hingga Warga Naik Gunung
Gempa NTT M 7,7, 38 Orang Meninggal Dunia, 2.000 Jiwa Mengungsi dan Kerusakan Masih Didata
Gempa NTT 7,7 Magnitudo, DPR Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dan Bantuan Segera Dikirim
Bukan Bakso Biasa, 3 Bakso Gepeng di Jakarta Ini Punya Sensasi Gigitan yang Bikin Nagih
Gempa Flores NTT, BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak