• Selasa, 13 Oktober 2026

Indonesia Uji Pengeras Suara Masjid Jadi Alarm Gempa, Warga Bisa Punya Waktu 5 hingga 10 Detik

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB
Peringatan dini gempa diuji lewat pengeras suara masjid di Indonesia. Sistem alarm gempa ini ditargetkan menjangkau warga di wilayah terpencil. (Instagram/parboaboa)
Peringatan dini gempa diuji lewat pengeras suara masjid di Indonesia. Sistem alarm gempa ini ditargetkan menjangkau warga di wilayah terpencil. (Instagram/parboaboa)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Pengeras suara masjid berpotensi memiliki fungsi tambahan di luar penyampaian azan. Ilmuwan Jepang dan Indonesia tengah menguji pemanfaatan perangkat tersebut untuk menyebarkan peringatan dini gempa kepada masyarakat, termasuk warga yang tinggal di daerah terpencil.

Inisiatif ini dikembangkan melalui proyek percontohan yang direncanakan berlangsung hingga 2030. Sejumlah masjid telah dihubungkan dengan jaringan sensor seismik untuk menguji kemampuan perangkat yang sudah tersedia dalam menyampaikan sinyal peringatan ketika gempa bumi terdeteksi.

Gagasan tersebut dinilai dapat membantu memperluas jangkauan sistem alarm gempa tanpa harus membangun seluruh infrastruktur komunikasi dari awal.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter sampai 14 Oktober 2026, Perairan Selatan Jawa Terdampak

Pemimpin proyek, Dr. Inoue Hiroshi dari Institut Penelitian Pencegahan Bencana Universitas Kyoto, mengatakan ide itu muncul dari pengalamannya meneliti gempa mematikan di Sumatra.

“Setiap komunitas memiliki masjid,” kata Inoue dikutip dari The Guardian Senin, (12/10/2026).

Menurut Inoue, keberadaan masjid di berbagai komunitas menjadi salah satu alasan pengeras suaranya dipertimbangkan sebagai media penyampaian peringatan. Perangkat tersebut umumnya sudah terpasang dan dirawat oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Video Penghulu Viral di Mojokerto, Minta Maaf kepada Fotografer dan Kemenag Telusuri Kejadian

Mengapa Pengeras Suara Masjid Dipilih?

Salah satu tantangan dalam membangun jaringan peringatan bencana adalah memastikan perangkat tetap berfungsi dan terpelihara. Pemanfaatan pengeras suara masjid dapat menjadi alternatif karena infrastrukturnya telah tersedia di banyak wilayah.

Di Indonesia, pengeras suara masjid digunakan secara rutin sehingga berpotensi menjadi sarana untuk menyampaikan informasi darurat secara cepat kepada masyarakat sekitar.

Teknologi ini juga berpeluang melengkapi peringatan melalui telepon seluler. Ketika gempa bumi terjadi, jaringan komunikasi bisa mengalami gangguan, sementara tidak semua warga memiliki akses yang sama terhadap perangkat digital.

Meski demikian, pengeras suara masjid belum dapat menggantikan sistem peringatan resmi. Penggunaannya masih dikaji sebagai salah satu jalur tambahan untuk membantu menyampaikan informasi kepada warga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Dorong Klub Kelola Fasilitas Olahraga Daerah

Selasa, 6 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Prabowo: TNI Harus Dekat dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI

Senin, 5 Oktober 2026 | 21:25 WIB
X