Terinspirasi Hadits, Siswi MAN 2 Tasikmalaya Lakukan Penelitian Manfaat Sayap Lalat

photo author
Asep Budi Karyana, Media Priangan
- Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:42 WIB
Nabilah Husniyyah, siswi MAN 2 Tasikmalaya (Foto: Doc. Kemenag RI)
Nabilah Husniyyah, siswi MAN 2 Tasikmalaya (Foto: Doc. Kemenag RI)

Selanjutnya Nabilah menjelaskan, tujuan penelitiannya agar dapat mengetahui identifikasi potensi senyawa aktif pada ekstrak kasar dari sayap kanan Musca domeesttica (lalat) melalui metode GC-MS.

Baca Juga: DPRD Jabar Menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Kepada Kader PKK Desa Sukaratu di Kabupaten Garut

“Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa profiling dan docking potensi senyawa aktif sebagai kandidat anti kanker berdasarkan nilai peak dari karakterisasi menggunakan metode GC-MS,” ucapnya.

Manfaatnya, lanjut Nabilah, memberikan pengetahuan mengenai keberlanjutan penelusuran potensi penggunaan dari morfologi sayap kanan Musca domestica (lalat) sebagai bahan dalam komposisi antikanker.

Dia berharap riset ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai sumbangsih di dalam biomedis.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Resmikan Hasil Pembangunan Untuk Kecamatan Bungursari dan Kecamatan Indihiang

“Tentunya, manfaat yang bisa saya rasakan sendiri adalah pengalaman, dengan adanya penelitian ini yang penuh dengan perjuangan membuahkan pengetahuan yang luar biasa,” tutupnya.

Tahun 2022, panitia Myres menerima 9.220 proposal penelitian. Setelah proses seleksi, diperoleh 156 proposal terbaik dalam tiga bidang penelitian, yaitu bidang Sains dan Teknologi, Sosial dan Humaniora, serta Keagamaan.

Mereka kemudian dibekali dalam workshop selama empat hari dengan menghadirkan para narasumber dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Islam Negeri (UIN). Selanjutnya, dilakukan pendampingan selama satu bulan proses penelitian.

Baca Juga: Wacana Pilkada Tidak Langsung Kembali Mencuat, Begini Tanggapan Bupati Tasikmalaya

Dari 156 riset itu, para juri Myres 2022 menetapkan 36 proposal terbaik, yang masuk ke ajang grand final dan hasilnya dipamerkan di expo.

Sekedar informasi, Madrasah Young Reasercher Supercamp (Myres) adalah kompetisi yang digelar Kemenag untuk menumbuhkan budaya meneliti di kalangan siswa madrasah.

Selain itu, Myres bertujuan mengembangkan potensi intelektual siswa madrasah, sekaligus mendorong pencapaian hasil penelitian mereka yang orisinal, berkualitas, dan kompetitif.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asep Budi Karyana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X