Ia memberikan dua penalti untuk Guinea U-23 dalam pertandingan pada 9 Mei 2024 di Stade Pierre Pibarot, Clairefontaine, Perancis.
Salah satu keputusan penalti itu terjadi pada menit ke-18. Ketika Algassime Bah, striker Guinea, terjatuh di kotak penalti, Letexier langsung menunjuk titik putih.
Tayangan ulang memperlihatkan kontak minimal antara Witan Sulaeman dan Algassime Bah, tetapi keputusan tetap tidak berubah.
Gol dari penalti tersebut menjadi penentu kemenangan 0-1 Guinea U-23 atas Garuda Muda.
Hasil ini mengubur harapan Timnas Indonesia U-23, yang dilatih Shin Tae-yong, untuk tampil di Olimpiade Paris 2024.
Insiden Kartu Merah untuk Shin Tae-yong
Keputusan kontroversial ini juga berujung pada ketegangan di pinggir lapangan.
Pelatih Shin Tae-yong menunjukkan protes keras terhadap keputusan Letexier, yang akhirnya membuatnya diusir dengan kartu merah.
Pelatih asal Korea Selatan itu terlihat marah besar dan menunjuk-nunjuk Letexier, yang sejak 2017 telah memiliki lisensi FIFA.
Aksi protes STY dianggap berlebihan sehingga wasit memberikan kartu kuning kedua yang memaksa sang pelatih meninggalkan lapangan.
Dengan segala prestasi dan kontroversinya, nama Francois Letexier tetap menjadi salah satu yang paling disorot dalam dunia sepak bola internasional.***
Artikel Terkait
Inilah Pemain Senior yang Disebut Coach Justin Bisa Tingkatkan Performa Tim Indonesia Muda di AFF 2024
Ini Kata Erick Thohir Soal Naturalisasi Emil Audero hingga Perbandingan Market Value dengan Maarten Paes!
Mengintip Rumor Ole Romeny Menuju Oxford United dan Marselino Ferdinan yang Semakin Percaya Diri di Liga Inggris!
Timnas Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Semifinal Piala AFF 2024, Ini 4 Tim yang Masih Mempertahankan Asa di Grup B!
Kronologi Cedera Gegar Otak Pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner Usai Bertanding di Tim U-21 Wolverhampton Wanderers
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2024, Coach Justin Kritik STY Gagal Bentuk Sistem Permainan Pemain Muda