Kursi Pelatih Timnas Indonesia Masih Kosong, Publik Nostalgia Era STY Usai Patrick Kluivert Resmi Mundur

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 22:29 WIB
Patrick Kluivert resmi berpisah dengan PSSI, meninggalkan tanda tanya besar soal arah baru Timnas Indonesia.   (Instagram.com@patrickkluivert)
Patrick Kluivert resmi berpisah dengan PSSI, meninggalkan tanda tanya besar soal arah baru Timnas Indonesia. (Instagram.com@patrickkluivert)

Kritik Pedas Bung Binder

Pengamat sepak bola nasional, Bung Binder, ikut menyoroti berakhirnya masa kepelatihan Kluivert. Dalam siniar YouTube pribadinya, Bola Bung Binder, ia membandingkan era Kluivert dengan masa Shin Tae-yong (STY).

“Yang saya pertanyakan alasan konkret dari PSSI soal pemecatan Kluivert," tutur Binder.
"Iya di atas kertas ada target sebelumnya yang gagal dicapai, yakni Timnas Indonesia tidak mampu mencapai Piala Dunia 2026 sebagaimana yang ditargetkan ke Kluivert,” imbuhnya.

Binder menilai, secara permainan, Timnas Indonesia di bawah Kluivert justru mengalami kemunduran. Walau sama-sama mengantongi enam poin di Round 3 seperti di era STY, kualitas permainan Garuda disebut menurun drastis.

Baca Juga: Jadwal Manisa BBSK vs Havran BLD Malam Ini, Tanpa Megawati Hangestri, Gorkem Kazan Andalkan Dariana Santana

“Telur Busuk dan Telur Asin”

Binder menggambarkan hasil tanpa poin di Round 4 dengan analogi yang mencolok.
“Nol poin yang dicapai Garuda di Round 4 itu ibarat telur busuk dan telur asin. Kalau telur asin tidak masalah, tapi ini kita dapat telur busuk,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah STY digantikan oleh Kluivert, publik sempat menaruh harapan besar terhadap peningkatan performa. Namun, hasil di lapangan justru menunjukkan ketidakstabilan dan kekacauan strategi.

“Bisa dikatakan gaya main Timnas Indonesia di bawah Kluivert itu acak-acakan. Ini sesuatu yang menurut saya mengecewakan,” kata Binder.

Baca Juga: Tanpa Megawati Hangestri, Manisa BBSK Tumbang di Kandang Karsiyaka 1-3, Debut Dariana Santana Belum Maksimal

Menunggu Era Baru Garuda

Pasca perpisahan ini, PSSI belum mengumumkan siapa pengganti Kluivert. Kursi pelatih utama Timnas Indonesia kini resmi kosong, sementara publik berharap sosok baru yang datang mampu mengembalikan stabilitas dan semangat seperti pada masa Shin Tae-yong.

Dengan agenda internasional yang semakin padat, PSSI dihadapkan pada keputusan penting: mencari pelatih yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memahami karakter pemain Indonesia serta mampu membangun identitas permainan yang konsisten.

Harapan kini tertuju pada siapa pun yang akan memimpin Garuda — untuk membawa kembali kejayaan dan determinasi khas yang sempat dirasakan di era STY.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X