Jakarta Electric PLN Mobile di Ujung Tanduk, Neriman Ozsoy Terancam Gagal ke Final Four Proliga 2026

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 19:36 WIB
Proliga 2026 makin panas. Jakarta Electric PLN Mobile wajib menang demi Final Four agar Neriman Ozsoy tetap tampil. (Tangkapan layar Moji TV)
Proliga 2026 makin panas. Jakarta Electric PLN Mobile wajib menang demi Final Four agar Neriman Ozsoy tetap tampil. (Tangkapan layar Moji TV)

Namun, gemilangnya performa individu belum sepenuhnya mampu menutup celah kolektivitas tim.

Di sisi lain, kemenangan atas Jakarta Electric PLN Mobile membuka peluang Gresik Phonska Plus untuk memuncaki klasemen putaran kedua Proliga 2026.

Baca Juga: Laga Perdana Proliga 2026 Seri Bogor, Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata Jadi Penentu Peluang

Pelatih mereka, Alessandro Lodi, menilai tekanan justru berada di kubu lawan.

“Laga ini beban ada di Jakarta Electric PLN yang membutuhkan kemenangan. Kami sudah mengantisipasi permainan Electric PLN yang bakal agresif untuk bisa meraih kemenangan,” ujar Lodi.

“Kami menantikan laga melawan Jakarta Pertamina Enduro. Saya berharap laga akan berjalan ketat dan membuat semua penonton terhibur,” ujar juru taktik asal Italia itu.

Baca Juga: Proliga 2026 Seri Bogor Tayang Langsung dari Padepokan Voli Sentul, Ini Cara Nonton Live dan Jadwal Lengkapnya

Kapten Gresik Phonska Plus, Medi Yoku, juga menegaskan soliditas timnya menjadi kunci kemenangan.

“Apresiasi kepada rekan-rekan saya hari ini. Mulai dari defense dan menyerang sangat luar biasa. Kami banyak mendapatkan poin dari serve dan juga blok. Tentu ini menjadi modal kami menghadapi laga berikutnya melawan Jakarta Pertamina Enduro,” ungkap pemain kelahiran 1 November 1999 itu.

Dengan kondisi klasemen yang semakin ketat di Proliga 2026, Jakarta Electric PLN Mobile tidak lagi memiliki ruang untuk terpeleset.

Baca Juga: Proliga 2026 Seri Bogor Dimulai, Padepokan Voli Sentul Siap Gantikan GOR Bojonegoro, Cek Jadwal Selengkapnya

Laga terakhir menjadi penentu apakah mereka mampu mengamankan tempat di Final Four atau harus mengakhiri musim lebih cepat.

Jika skenario terburuk terjadi, maka Proliga 2026 berpotensi kehilangan salah satu magnet terbesarnya.

Neriman Ozsoy, sang top skor Proliga 2026, bisa saja tak lagi tampil di fase krusial. Bagi penggemar voli nasional, itu bukan sekadar kegagalan tim, tetapi juga hilangnya kesempatan menyaksikan aksi kelas dunia di panggung Final Four.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X