Gunung Papandayan Garut Tak Pernah Sepi, Jalur Pendakian Ramah dan Hutan Mati Jadi Daya Tarik

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Minggu, 7 Juni 2026 | 11:58 WIB
Gunung Papandayan di Garut menawarkan jalur pendakian ramah, Hutan Mati eksotis, dan area camping favorit pendaki.     (Instagram/papandayan_id)
Gunung Papandayan di Garut menawarkan jalur pendakian ramah, Hutan Mati eksotis, dan area camping favorit pendaki. (Instagram/papandayan_id)

 

GARUT, Mediapriangan.com - Buat kamu para pendaki yang ingin sekaligus berwisata, segera merapat ke destinasi wisata alam di Garut ini.

Siapa lagi kalau bukan Gunung Papandayan, salah satu destinasi wisata alam paling geulis di Garut.

Suhu udara dingin akan terasa begitu menusuk bagi para pengunjung.

Namun, saat cuaca terik, panas matahari juga dapat terasa cukup menyengat.

Setiap sudut Gunung Papandayan terlihat sangat keren, kekinian, dan instagramable.

Baca Juga: El Mande Camping Ground di Bogor, Spot Wisata Alam dengan Sunset Gunung Salak dan Citylight Memikat

Gunung Papandayan merupakan gunung api stratovolcano yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Cisurupan.

Gunung dengan ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini berada sekitar 70 kilometer di sebelah tenggara Kota Bandung.

Gunung Papandayan menjadi salah satu gunung favorit karena memiliki jalur pendakian yang ramah bagi pendaki pemula.

Jalur pendakian di gunung ini hanya satu dan terdiri dari 10 pos dengan kondisi trek yang cenderung landai. Waktu tempuh yang dibutuhkan biasanya sekitar 4 hingga 6 jam.

Gunung Papandayan di Garut menjadi favorit pendaki berkat jalur pendakian yang ramah, Hutan Mati, dan area camping luas.
Gunung Papandayan di Garut menjadi favorit pendaki berkat jalur pendakian yang ramah, Hutan Mati, dan area camping luas. (Instagram/papandayan_id)

Gunung ini terkenal dengan keindahan alamnya yang meliputi lembah hijau, danau kawah, serta panorama pegunungan yang spektakuler. Kawah utama di Gunung Papandayan dikenal dengan nama Kawah Mas.

Gunung Papandayan tercatat pernah mengalami erupsi setelah tahun 1600, yakni pada tahun 1772, 1923, 1942, dan 2002. Peristiwa tersebut menunjukkan aktivitas vulkanisme yang cukup aktif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X