Gunung Papandayan Garut Tak Pernah Sepi, Jalur Pendakian Ramah dan Hutan Mati Jadi Daya Tarik

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Minggu, 7 Juni 2026 | 11:58 WIB
Gunung Papandayan di Garut menawarkan jalur pendakian ramah, Hutan Mati eksotis, dan area camping favorit pendaki.     (Instagram/papandayan_id)
Gunung Papandayan di Garut menawarkan jalur pendakian ramah, Hutan Mati eksotis, dan area camping favorit pendaki. (Instagram/papandayan_id)

Akibat erupsi tahun 2002, sekitar 3.349 warga dari lima desa harus mengungsi. Selain itu, berbagai infrastruktur dan lahan pertanian juga mengalami kerusakan.

Status Gunung Papandayan sejak tahun 2002 terbilang fluktuatif. Hingga tahun 2012, statusnya berada pada level siaga. Namun, saat ini Gunung Papandayan justru menjadi destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Garut.

Baca Juga: Pesona Bukit Damar Megamendung, Camping Ground Favorit dengan Fasilitas Lengkap Dekat Jakarta

Jalur Pendakian Gunung Papandayan

Pintu Gerbang Utama

Jika biasanya pendaki harus berjalan cukup jauh sebelum mencapai pos pertama, di Gunung Papandayan Pos 1 langsung berada di gerbang utama. Pos ini berfungsi sebagai lokasi pembayaran tiket masuk sebelum memulai jalur pendakian.

Lokasi Parkir

Pos 2 merupakan area parkir kendaraan roda dua.

Pos Keamanan

Sebelum memulai jalur pendakian, jangan lupa melapor terlebih dahulu ke Pos 3 atau pos keamanan.

Keindahan Gunung Papandayan di Garut memikat wisatawan dengan pemandangan kawah, udara sejuk, dan Hutan Mati yang ikonik.
Keindahan Gunung Papandayan di Garut memikat wisatawan dengan pemandangan kawah, udara sejuk, dan Hutan Mati yang ikonik. (Instagram/papandayan_id)

Pintu Gerbang Pendakian

Pos 4 menjadi titik awal jalur pendakian Gunung Papandayan. Dari sini, pendaki akan melewati gerbang pendakian dengan trek berupa jalan aspal dan tanjakan yang masih relatif landai.

Area Kawah

Setelah melewati jalan aspal, pendaki akan tiba di Pos 5 yang berada di kawasan kawah. Di lokasi ini tersedia toilet umum, sementara jalur berikutnya berupa jalan setapak berbatu dengan elevasi yang masih landai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X