Akibat erupsi tahun 2002, sekitar 3.349 warga dari lima desa harus mengungsi. Selain itu, berbagai infrastruktur dan lahan pertanian juga mengalami kerusakan.
Status Gunung Papandayan sejak tahun 2002 terbilang fluktuatif. Hingga tahun 2012, statusnya berada pada level siaga. Namun, saat ini Gunung Papandayan justru menjadi destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Garut.
Baca Juga: Pesona Bukit Damar Megamendung, Camping Ground Favorit dengan Fasilitas Lengkap Dekat Jakarta
Jalur Pendakian Gunung Papandayan
Pintu Gerbang Utama
Jika biasanya pendaki harus berjalan cukup jauh sebelum mencapai pos pertama, di Gunung Papandayan Pos 1 langsung berada di gerbang utama. Pos ini berfungsi sebagai lokasi pembayaran tiket masuk sebelum memulai jalur pendakian.
Lokasi Parkir
Pos 2 merupakan area parkir kendaraan roda dua.
Pos Keamanan
Sebelum memulai jalur pendakian, jangan lupa melapor terlebih dahulu ke Pos 3 atau pos keamanan.
Pintu Gerbang Pendakian
Pos 4 menjadi titik awal jalur pendakian Gunung Papandayan. Dari sini, pendaki akan melewati gerbang pendakian dengan trek berupa jalan aspal dan tanjakan yang masih relatif landai.
Area Kawah
Setelah melewati jalan aspal, pendaki akan tiba di Pos 5 yang berada di kawasan kawah. Di lokasi ini tersedia toilet umum, sementara jalur berikutnya berupa jalan setapak berbatu dengan elevasi yang masih landai.
Artikel Terkait
Jagara Eco Park Kuningan, Wisata Waduk Darma dengan View Gunung Ciremai dan Spot Healing Favorit
DH Garden Kuningan, Wisata Viral dengan Glamping, Kolam Air Pegunungan, dan View Gunung Ciremai
Gunung Mayana, Destinasi Wisata di Kuningan dengan Panorama Gunung Ciremai dan Sunset yang Memukau
Gawir Cibalong, Wisata Alam di Kuningan yang Cocok untuk Healing dengan Kolam Air Jernih Alami
Embun Sangga Langit, Destinasi Wisata di Kuningan dengan Glamping Mewah dan Panorama Gunung Ciremai
Kampung Naga 2026, Benteng Budaya Sunda yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi