H Mujiono mengenang saat ia mengikuti seleksi Sekda Banyuwangi untuk mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
"Daftar seleksi sekda saja karena diperintah, secara pribadi tidak minat karena banyak senior pejabat yang lebih layak dan lulusan IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Sementara saya lulusan teknik," tutur Ir. H. Mujiono kepada rombongan CEO Promedia Teknologi Indonesia.
Karena diperintah, ia pun mendaftar. Di luar dugaan, namanya terus lolos tahapan seleksi sampai mengerucut tiga nama sebagai calon kuat Sekda Banyuwangi.
"Sampai saat itu saya masih enggan untuk jadi sekda. Sampai bolak-balik diminta pun saya tolak dan akhirnya tidak berkutik lagi," ungkapnya.
H Mujiono kemudian menegaskan bahwa dalam Pilkada Banyuwangi 2024, namanya dikaitkan sebagai bakal pendamping petahana tergantung perintah. Dan dia juga masih mempelajari aturan mainnya.
"Apakah seorang ASN jika maju dalam Pilkada bisa cuti atau harus mengundurkan diri, ini masih kita pelajari. Jika diperintah, apa boleh buat," ungkap pejabat asal Dusun Kedawung, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.***
Artikel Terkait
Peresmian Program Kolaborasi Promedia Teknologi Indonesia dan Kemenkop untuk Penguatan UMKM di Kuningan
Jaringan Pemred Promedia, Dialog Membangun Pemilu Damai Bersama TKN Fanta dan Relawan Digital PRIDE
Waspada! Marak Kasus Penipuan Mengatasnamakan Promedia, Ini Modus Operandi Pospro dan Dampaknya Bagi Korban
Luncurkan Medal Pilkada Kota Tasikmalaya 2024, Upaya KPU Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pada Pilkada 27 November 2024
Lima Partai Besar di Ciamis Tandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama Politik, Menuju Koalisi di Pilkada Ciamis 2024?
Sinergi Pilkada 2024, Cheka Virgowansyah Pimpin Upacara HUT ke-74 Satpol PP dan ke-62 Satlinmas di Kota Tasikmalaya