Keputusan ini kemudian diserahkan kepada ibu Gus Ibin. Setelah menunggu sekitar dua minggu, restu dari ibunda akhirnya diberikan.
“Semua keputusan dan pembahasan untuk maju diserahkan kepada ibu kami, karena restunya ada di beliau,” jelas alumni D3 Agribisnis Universitas Brawijaya ini.
Selain restu ibunda, Gus Ibin juga melihat banyak permasalahan yang perlu dibenahi di Nganjuk, seperti pengangguran, kemiskinan, serta pengembangan sektor pertanian dan kesehatan.
“Kami ingin membangun Nganjuk dengan fokus pada sektor pertanian,” tegasnya.
Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia, juga menyampaikan pentingnya peluang ekonomi di era digital saat ini.
“Saat ini, keahlian membuat konten sangat menjanjikan. Dengan modal HP dan pelatihan yang tepat, monetisasi bisa optimal,” tuturnya.
Promedia Teknologi Indonesia siap berkolaborasi membangun inkubator content creator di Nganjuk melalui penyediaan teknologi, pelatihan, dan monetisasi.
“Jika satu desa bisa dibangun satu inkubator content creator, tentu akan membuka banyak lapangan kerja baru,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Peresmian Program Kolaborasi Promedia Teknologi Indonesia dan Kemenkop untuk Penguatan UMKM di Kuningan
Jaringan Pemred Promedia, Dialog Membangun Pemilu Damai Bersama TKN Fanta dan Relawan Digital PRIDE
Waspada! Marak Kasus Penipuan Mengatasnamakan Promedia, Ini Modus Operandi Pospro dan Dampaknya Bagi Korban
Pertemuan Jaringan Pemred Promedia (JPP) dan Dewan Pers Bahas Verifikasi Media Untuk Penuhi Publisher Rights
Kolaborasi Ayo Media Network dan Promedia Teknologi untuk Promosikan Wisata Sumsel melalui Jaringan Media Nasional
Promedia Teknologi Indonesia Merayakan Syukuran Ulang Tahun ke-3 dengan Tema 'Never Ending Improvement and Innovation'