Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian ini belum cukup, dan Pemkab Ciamis berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan hingga lebih transparan dan akuntabel pada akhir tahun 2024 atau awal tahun 2025.
Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati juga menyoroti peristiwa korupsi yang baru-baru ini terjadi di Kota Pekanbaru.
Hal ini, menurutnya, menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jajaran pemerintahan di Ciamis untuk terus introspeksi dan mengevaluasi diri. Ia mengajak semua pihak untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pejabat publik.
“Kejadian di Pekanbaru menjadi peringatan bagi kita semua. Mari kita introspeksi diri dan selalu mengingatkan satu sama lain tentang tujuan dan kewajiban kita sebagai pelayan masyarakat,” tegas Budi.
Workshop ini juga menghadirkan dua narasumber utama: Arief Nurcahyo, Ak CA MM, Kasatgas Korsup Wilayah 2 Direktorat 2 KPK, dan KH. DR. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA, MAg, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.
Melalui workshop ini, diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah di Ciamis untuk menjaga integritas, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta mencegah korupsi, demi mewujudkan Ciamis yang unggul dan bebas dari praktik korupsi.***
Artikel Terkait
Pemkab Ciamis Terima 107 Sertifikat Tanah dari Program PTSL, Langkah Strategis Perkuat Pengelolaan Aset Daerah
Pemerintah Kabupaten Ciamis Berikan Penghargaan atas Peran dan Prestasi ASN dalam Upacara Peringatan 4 Momentum
Pemkab Ciamis Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintahan Daerah Lewat Workshop Penyusunan LPPD 2024
Pj Bupati Ciamis Hadiri Rakor Siaga Bencana Hidrometeorologi, Jawa Barat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan
Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh di 2025-2026, Pj Bupati Ciamis Hadiri Pertemuan Tahunan 2024
Pj Bupati Ciamis Tekankan Peran Strategis Bapenda dalam Meningkatkan PAD untuk Pembangunan Kabupaten Ciamis