"Kenaikan ini disebabkan oleh faktor cuaca yang mengurangi pasokan ke Pasar Singaparna. Namun, meski ada kenaikan, pasokan masih tersedia dan tidak langka," jelas Salsah.
Selain cabai, harga daging ayam juga mengalami kenaikan, dari Rp 34.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram, sementara harga daging sapi tembus Rp 140.000 per kilogram.
"Harga telur ayam pun naik dari Rp 29.000 menjadi Rp 32.000 per kilogram. Meskipun harga daging ayam sedikit naik, secara keseluruhan masih stabil," ujar Salsah.
Para pedagang di pasar pun mengakui bahwa kenaikan harga disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari petani dan peternak, yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca.
"Cabai naik karena pasokannya berkurang. Biasanya saya bisa mendapatkan satu kuintal cabai merah setiap hari, sekarang hanya sekitar 50 kilogram," ujar Lutfi, seorang pedagang sayuran.
Lutfi juga memprediksi bahwa harga barang-barang kebutuhan lainnya kemungkinan akan terus naik menjelang Tahun Baru.
"Harga masih akan terus bergerak naik, mungkin sampai awal tahun nanti," tambahnya.(D. Farhan Kamil)***
Artikel Terkait
Menyelami Fenomena Cancel Culture, Kasus Olokan Gus Miftah ke Penjual Es Teh Manis dan Penghakiman Publik di Medsos
Gubernur Sumsel Terpilih, Herman Deru, Akan Jadi Keynote Speaker di MIND ID Mediapreneur Talks Palembang 2024!
Sri Mulyani Sebut Rumah Sakit hingga Sekolah Internasional Masuk Daftar PPN 12 Persen, Kebijakan Dimulai Tahun 2025
Diskusi Bareng Mahasiswa UIN Raden Fatah, CEO Promedia di BRI CoreLab Palembang, Bisnis Informasi Tak Pernah Mati
Rekap Seru BRI Journalism 360 Palembang, Dari Pelatihan Content Creator di UIN Raden Fatah Hingga Mediapreneur Talks
Google Perkuat Komitmen Kerja Sama dengan Media Indonesia, Google News Showcase Siap Diluncurkan Awal Tahun 2025