Mediapriangan.com - Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengatakan, momentum Hari Jadi ke-393 Kabupaten Tasikmalaya, menjadi istimewa karena bertepatan dengan dimulainya masa bakti kepemimpinan Cecep-Asep sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya periode 2025–2030, di tengah dinamika dan tantangan pembangunan yang tidak ringan.
Namun ucap Bupati Cecep, ada yang lebih istimewa dimana pada peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu 26 Juli 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hadir membawa energi dan dorongan moral.
“Kami memaknai kehadiran Gubernur Kang Dedi Mulyadi, bukan sekedar bentuk dukungan administratif dari pemerintah provinsi, tetapi sebagai dorongan moral yang mengingatkan kami agar tidak hanya sibuk merawat rutinitas, tetapi juga berani melampaui keterbatasan, menyentuh yang belum tersentuh, dan menyelesaikan yang selama ini tertunda,” kata Cecep.
Di hadapan Gubernur Dedi Mulyadi, Bupati Cecep mengemukakan potret objektif Kabupaten Tasikmalaya dimana saat ini sedang berada dalam situasi yang memerlukan kerja keras kolektif.
Di satu sisi ada sejumlah capaian yang patut menjadi dasar pijakan, hal itu bukan untuk berpuas diri tetapi menjadi motivasi untuk lebih semangat lagi. Di sisi lain terdapat beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan peningkatan dari 69,38 di tahun 2023 menjadi 69,98 pada tahun 2024. Namun, angka tersebut masih menempatkan Kabupaten Tasikmalaya berada pada posisi ketiga terendah di Jawa Barat.
“Posisi ini belum ideal jika dibandingkan dengan rata-rata provinsi maupun nasional,” ucap Cecep.
Demikian pula dengan tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi. Meskipun terjadi penurunan dari 10,28 tahun 2023 menjadi 10,23 persen pada tahun 2024. Dimana di balik angka tersebut, masih cukup banyak keluarga yang berjibaku untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama di daerah-daerah dengan akses terbatas.
Selanjutnya di bidang pendidikan, tantangannya masih sangat besar. Dimana rata-rata lama sekolah (RLS) Kabupaten Tasikmalaya tahun 2024 menempati peringkat ke-19 di Provinsi Jawa Barat yakni sebesar 7,97 tahun.
Baca Juga: Mengendus Aroma KKN, Fortabes Lapor Ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya
“Artinya bahwa rata rata penduduk berusia 25 tahun ke atas di Kabupaten Tasikmalaya tidak tamat SMP, atau hanya sampai kelas VIII. Kondisi ini masih di bawah RLS Provinsi Jawa Barat sebesar 8,87 tahun maupun nasional sebesar 8,85 tahun,” ungkap Cecep.
Adapun sambung Cecep, harapan lama sekolah (HLS) Kabupaten Tasikmalaya tahun 2024 menempati peringkat ke-15 di Provinsi Jawa Barat sebesar 12,64 tahun. Artinya anak berusia tujuh tahun ke atas, memiliki harapan untuk menamatkan SMA dan merasakan pendidikan di tingkat perguruan tinggi.
Artikel Terkait
Pesta Rakyat Berujung Duka, Maula Akbar dan Putri Karlina Sampaikan Permintaan Maaf atas Insiden di Garut
Putri Karlina Siap Jalani Pemeriksaan Usai Insiden Pesta Rakyat, Sebut Nominal Tak Akan Pernah Ganti Kehilangan
Maula Akbar dan Putri Karlina Klarifikasi soal Narasi 'Pesta Rakyat' yang Disebut Picu Insiden Tragis di Garut
Update Korban Insiden Pesta Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi, 3 Meninggal, 8 Dirawat Intensif, 19 Rawat Jalan
Dedi Mulyadi Siap Diperiksa Terkait Tragedi Pesta Rakyat Garut, Tak Masalah, Semua Sama di Mata Hukum
Pastikan Efektfivitas Pelayanan Bagi Pasien, RSUD KHZ Musthafa Merilis Jadwal Poliklinik
60 ASN Kemenag Dilantik sebagai Master, 3 Guru Aktif MTsN 11 Tasikmalaya Masuk Daftar Terpilih!
NPHD Tak Diindahkan, FORKITA Adukan Bupati Ke DPRD Kabupaten Tasikmalaya