Mediapriangan.com - Di tengah arus digitalisasi yang merambah hampir semua lini kehidupan, kemampuan menguasai data menjadi keterampilan tak terelakkan. Sayangnya, sebagian besar generasi muda Indonesia masih tertinggal dalam literasi data.
Menurut laporan UNDP 2024, jumlah pemuda Indonesia usia 16–30 tahun mencapai 64 juta jiwa atau sekitar 23,2% populasi.
Dari jumlah tersebut, 25,8% masuk kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training), yang menandakan adanya potensi besar namun belum tergarap optimal.
Pemerintah menargetkan lahirnya 9 juta talenta digital pada 2030, dengan kebutuhan sekitar 600 ribu orang baru setiap tahun.
Namun, data Tech for Good Institute 2025 mengungkap fakta lain: hanya 50% talenta digital Indonesia yang menguasai keterampilan dasar hingga menengah, sementara hanya 1% yang sudah berada pada level lanjutan seperti kecerdasan buatan (AI).
Kesenjangan ini juga tercermin dalam dunia pendidikan. Riset PLOS ONE awal 2025 menunjukkan, pelatihan singkat seperti bootcamp literasi data bagi pelajar SMA dan SMK mampu meningkatkan kesadaran pentingnya data.
Peserta bahkan merasakan manfaat nyata dari penggunaan sederhana, misalnya Microsoft Excel, untuk analisis sehari-hari.
Literasi data tak hanya membantu menjawab kebutuhan industri yang semakin berbasis data, tetapi juga meningkatkan daya saing individu.
Selain itu, keterampilan ini memperkuat kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya informasi yang tidak selalu valid.
Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, pendidikan non-formal hadir sebagai solusi. Salah satunya melalui DQLab Live Class, platform belajar interaktif yang menghadirkan pembelajaran praktis, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan industri.
Artikel Terkait
Bill Gates Prediksi 10 Tahun Lagi Manusia Cuma Kerja 2 Hari Seminggu, Otomatisasi dan AI Ambil Alih Banyak Pekerjaan
120 Guru Kota Tasikmalaya Ikuti Pelatihan Teknologi Inovatif, Siap Hadapi Tantangan Era AI dan Disrupsi Digital!
Setelah Kecelakaan Fatal, Kini Pesawat Air India AI-379 Mendarat Darurat di Thailand Akibat Ancaman Bom
Hasto Kristiyanto Bakal Gunakan Teknologi AI untuk Susun Pledoi Kasus Suapnya, Klaim Pertama Kali di Indonesia
IFG Dorong Karyawan Jadi Duta Branding Digital BUMN Lewat Workshop Komunikasi Sosial Bertema AI di Balikpapan
BUMN Dorong Karyawan Jadi Duta Digital, Revolusi Komunikasi Lewat AI Dimulai dari Workshop Balikpapan!