“Jangan sampai SPAM hanya jadi proyek teknis tanpa memperhatikan keberlanjutan maupun kesehatan masyarakat. PP 122/2015 juga mengamanatkan adanya konsultasi publik sebagai bagian penting dari perencanaan. Jadi, masyarakat harus diajak sejak awal, bukan sekadar menerima hasil akhirnya,” tegas Harniwan.
Selain aspek teknis, ia menyebut pembangunan SPAM juga berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup warga. Dengan ketersediaan air minum yang baik, masyarakat bisa terhindar dari masalah air kotor, penyakit berbasis air, serta dapat lebih produktif.
Lebih jauh, Harniwan mengingatkan agar proyek SPAM memperhatikan aspek lingkungan. Misalnya dengan menjaga keberlanjutan sumber air baku, mencegah eksploitasi berlebihan, dan menghindari pencemaran yang bisa merusak kualitas air tanah.
Ia berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas PUPR dan PDAM Tirta Sukapura, lebih intensif mengawasi pembangunan SPAM di Sirnagalih Kencana.
Pemerintah daerah kata Harniwan, bukan hanya regulator, tetapi juga pengawas yang memastikan program penyediaan air minum berjalan sesuai aturan serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Terakhir, Harniwan mendorong agar dilakukan audit teknis dan evaluasi berkala demi menjamin kualitas air sesuai standar Kementerian Kesehatan terkait baku mutu air minum.***
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Instruksikan Penundaan Rencana Kenaikan Pajak Daerah, Ini Alasannya
Ditunjuk Sebagai Rumah Sakit Ampuan, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Buka Klinik Hematologi Onkologi Medik
Bank Indonesia Gandeng 93 UMKM Gelar Jayantara 2025 di Tasikmalaya, Dimeriahkan Pameran hingga Tabligh Akbar
Wali Kota Tasikmalaya Apresiasi Jayantara Priangan Timur 2025, UMKM, Digitalisasi, dan Ekonomi Syariah Bersinergi
Milad ke-11 Japati Gelar Tabligh Akbar dan Santunan, Usung Tema Welas Asih untuk Atasi Kemiskinan
Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkab Ciamis Ikuti Verifikasi Kabupaten Kota Sehat Jabar 2025