Baca Juga: Uya Kuya Menangis Lihat Rumahnya Rusak Usai Dijarah, Kenangan Anak-anaknya Raib Tak Bersisa
Hasil Uji Lab: Ada Bakteri Pembusuk
Temuan laboratorium Dinas Kesehatan Jabar (Labkesda) mengungkap adanya dua bakteri pembusuk dalam sampel makanan MBG, yakni Salmonella dan Bacillus cereus.
“Hasil pemeriksaan kami menunjukkan adanya bakteri pembusuk yang berasal dari komponen karbohidrat dalam makanan,” ujar Kepala UPTD Labkesda, dr. Ryan Bayusantika Ristandi.
Ryan menjelaskan, makanan yang dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama sangat rentan tercemar bakteri. Ia menegaskan pentingnya penyimpanan pada suhu aman, yaitu di atas 60 derajat Celcius atau di bawah 5 derajat Celcius.
Kasus yang Dianggap “Di Luar Nalar”
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menilai kasus ini sebagai sesuatu yang sulit diterima logika.
“Saya juga tidak mentolerir bahan baku yang tidak segar. Karena kejadian di Bandung ini sungguh di luar nalar,” tegas Nanik.
Ia mengkritik penyimpanan ratusan ekor ayam dalam freezer selama berhari-hari sebelum dimasak, yang dianggap sangat berisiko menurunkan kualitas gizi dan keamanan pangan.***
Artikel Terkait
BGN Tutup Dapur MBG Penyebab Keracunan Massal, Bentuk Tim Investigasi dan Perketat Verifikasi SPPG
Menu Ikan Hiu di MBG Picu Keracunan 24 Siswa di Kalbar, BGN Jelaskan Soal Kearifan Lokal dan Dugaan Alergi
Kasus Keracunan Massal MBG Kian Meluas, Pakar IDAI Desak Hidupkan Kantin Sekolah dan Perketat SOP Makanan
45 Kasus KLB Keracunan MBG di Indonesia, 6.452 Korban Tercatat, Pemerintah Didesak Perketat Pengawasan Dapur
Tangis Nanik S Deyang di Tengah 6.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, BGN Janji Evaluasi Total
Kasus Keracunan MBG Merebak, Kemendagri Tunjuk Pemda, BGN Akui Kelalaian SOP dan Siap Tanggung Biaya Perawatan
Kasus Keracunan MBG Tembus 5.914 Korban, Prabowo Panggil Kepala BGN dan Ingatkan Jangan Ada Politisasi
Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Presiden Prabowo Panggil Kepala BGN dan Tekankan Tujuan Gizi Anak
Terkini Kasus Keracunan MBG, Dapur SPPG Ditutup Sementara, Pemerintah Wajibkan Sertifikat Higienis dan Ahli Gizi
Kemenkes Perketat Awasi MBG, Wajibkan SLHS, Gerakkan Puskesmas, dan Pantau Dapur SPPG untuk Cegah Keracunan