Tangis Nanik S Deyang di Tengah 6.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, BGN Janji Evaluasi Total

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Sabtu, 27 September 2025 | 15:07 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Deyang mengaku prihatin terhadap para siswa yang terdampak insiden keracunan dalam program MBG.  (Instagram.com/@nanik_deyang)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Deyang mengaku prihatin terhadap para siswa yang terdampak insiden keracunan dalam program MBG. (Instagram.com/@nanik_deyang)

Mediapriangan.com - Rasa pilu tampak dari wajah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 26 September 2025, Nanik S. Deyang menangis saat menyampaikan permintaan maaf atas maraknya kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah.

“Dari hati saya yang terdalam saya mohon maaf, atas nama BGN atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf," ujar Nanik S. Deyang dengan suara bergetar.

Baca Juga: 45 Kasus KLB Keracunan MBG di Indonesia, 6.452 Korban Tercatat, Pemerintah Didesak Perketat Pengawasan Dapur

"Saya seorang ibu melihat gambar-gambar di video sedih hati saya,” imbuhnya sambil tersedu.

Kasus keracunan MBG terus meluas dalam tiga pekan terakhir. Data BGN per 22 September 2025 mencatat 4.711 korban di seluruh Indonesia, sementara Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melaporkan jumlah yang lebih tinggi, yakni 6.452 korban.

Gelombang kasus terbesar tercatat di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang, yang bahkan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga: Kasus Keracunan Massal MBG Kian Meluas, Pakar IDAI Desak Hidupkan Kantin Sekolah dan Perketat SOP Makanan

Insiden terbaru terjadi di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, di mana 103 siswa harus dilarikan ke fasilitas kesehatan pada Jumat, 26 September 2025.

BGN Akui Penuh Tanggung Jawab

Dalam kesempatan yang sama, Nanik menegaskan bahwa kasus keracunan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan menyangkut keselamatan anak-anak bangsa.

“Tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit itu adalah menjadi tanggung jawab kami, kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total," kata Nanik.

Baca Juga: Menu Ikan Hiu di MBG Picu Keracunan 24 Siswa di Kalbar, BGN Jelaskan Soal Kearifan Lokal dan Dugaan Alergi

Ia pun menyampaikan empatinya kepada para orang tua dan siswa. "Sekali lagi pada anak-anak saya tercinta se-Indonesia dan juga orang tua, saya mohon maaf atas nama BGN dan janji tidak akan lagi terjadi,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X