Wakil Bupati Tasikmalaya Dukung Desa Sukaasih Jadi Pionir Program Ngariung Resik, Dorong Kesadaran Lingkungan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 21:04 WIB
Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi menghadiri kegiatan Desiminasi Program Ngariung Resik Pengelolaan Sampah Berbasis Desa yang berlangsung di Desa Sukaasih, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. (Dok. Dishubkominfo)
Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi menghadiri kegiatan Desiminasi Program Ngariung Resik Pengelolaan Sampah Berbasis Desa yang berlangsung di Desa Sukaasih, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. (Dok. Dishubkominfo)

 

Mediapriangan.com - Desa Sukaasih, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi lokasi pelaksanaan Desiminasi Program Ngariung Resik yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi pada Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan Ngariung Resik dalam rangka mendukung pengelolaan sampah berbasis desa, yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPUTR) Kabupaten Tasikmalaya.

Tujuan utama Program Ngariung Resik adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sungai.

Baca Juga: RPJMD 2025-2029 Resmi Disahkan, Wakil Bupati Asep Sopari Ungkap Strategi Wujudkan Kabupaten Tasikmalaya Lebih Maju

kepala Bidang Lingkungan Hidup DPUTR Kabupaten Tasikmalaya, Ineu Susyane, menuturkan bahwa Desa Sukaasih diharapkan menjadi contoh nyata penerapan program tersebut.

“Mudah-mudahan desa Sukaasih ini bisa menjadi pionir dan rujukan untuk desa lain sebagai lokasi program ngariung resik,” ungkap Ineu Susyane.

Lebih lanjut, Ineu Susyane menjelaskan bahwa program Ngariung Resik merupakan bagian dari kegiatan Bidang Lingkungan Hidup yang fokus pada peningkatan kesadaran dan keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga: Kesempatan Emas bagi Profesional Lokal, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Kembali Buka Seleksi Direksi BUMD

“Jadi di dalam program ngariung resik ini dimulai sosialisasi, kemudian pengukuhan kader lingkungan, forum kompak dan pelatihan pengelolaan sampah organik dan non organik, sampai belajar pelaporan melalui digitalisasi,” ucap Ineu.

Selain pelatihan, pihaknya juga memperkenalkan program Sineksa (Sistem Kelola Sampah Desa) sebagai inovasi digital dalam pelaporan dan pemantauan kegiatan lingkungan.

Kerja sama juga dilakukan dengan komunitas Imah Sampah Kampung Juragan, yang bertugas mengumpulkan dan mengelola sampah sesuai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Baca Juga: Tancap Gas, Kejari Kabupaten Tasikmalaya Selamatkan Uang Negara Rp 5,87 Miliar, Kawal Proyek Strategis Daerah

“Kami juga bekerjasama dengan Imah sampah kampung juragan, jadi si kader lingkungan mengumpulkan sampah dari warganya, kemudian diangkut oleh tim Imah sampah dan dikelola sesuai dengan prinsip 3R,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X