Sejak letusan terakhir pada 1982, kawasan ini telah berubah menjadi destinasi menawan dengan danau alami di kawahnya serta panorama hutan hijau yang menyejukkan.
Saat ini, pengelolaan kawasan Gunung Galunggung terbagi dua: Taman Rekreasi Cipanas Tulungagung di bawah Disparbud Kabupaten Tasikmalaya, dan area wanawisata seluas 120 hektar yang dikelola oleh Perum Perhutani. Meskipun dikelola secara terpisah, sinergi dalam hal pengawasan dan pelayanan tetap menjadi prioritas bersama.
Dengan penjajakan kerja sama ini, Pemkab Tasikmalaya optimistis Gunung Galunggung dapat berkembang menjadi destinasi wisata berkelas nasional, dengan manajemen profesional dan sistem pembayaran cashless yang sepenuhnya transparan.***
Artikel Terkait
Bupati Cecep Nurul Yakin Resmi Tutup BSMSS 2025 di Parungponteng, Infrastruktur dan Layanan Publik Jadi Sorotan
Wujudkan Kabupaten Tasikmalaya Damai, Bupati Cecep Dorong Penguatan Moderasi Beragama
Pemkab Tasikmalaya dan PLN Perbarui Kesepakatan Ketenagalistrikan, Bupati Cecep Tekankan Optimalisasi PJU
Bupati Cecep Ungkap Strategi Majukan Tasikmalaya di Forum Nasional Refleksi Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Presiden RI Pimpin Vicon Nasional, Bupati Cecep Tegaskan Komitmen Tasikmalaya Dukung Koperasi Desa Merah Putih
Harga Sering Melonjak, Bupati Cecep Ungkap Pola Distribusi yang Rugikan Warga dalam High Level Meeting TPID