Baca Juga: Ketika Pengabdian Tak Berhenti di Meja Kerja, Refleksi Wakil Bupati untuk ASN Senior
“ABH hanya melakukan peniruan sebagai bentuk inspirasi. Tidak ada kaitan dengan jaringan mana pun. Kejadian ini belum termasuk tindak pidana terorisme,” ujarnya.
Eka menjelaskan, inspirasi tersebut ditemukan dari simbol dan atribut yang melekat pada barang milik pelaku.
“Dari awal tahun, yang bersangkutan sudah mulai melakukan pencarian, ketika merasa tertindas, kesepian, tidak tahu harus menyampaikan kepada siapa lalu yang bersangkutan juga memiliki motivasi dendam kepada beberapa perlakuan-perlakuan terhadap yang bersangkutan,” paparnya.
“Nah, di sini dia mencoba untuk mencari bahkan di situs website bagaimana orang-orang itu meninggal dunia atau mengalami kekerasan secara keji maupun dengan berbagai tingkatannya,” lanjutnya.
KPAI Pastikan Pendampingan Hukum dan Evaluasi Sekolah
Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah menegaskan bahwa karena pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta masih termasuk dalam kategori anak berhadapan dengan hukum, proses hukum akan dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak.
“Prosesnya akan berspektif pada anak, yang dilakukan untuk yang terbaik pada anak dan tidak bisa disamakan dengan orang dewasa yang melakukan tindakan hukum,” kata Margaret.
Ia memastikan bahwa setiap tahapan hukum akan disertai pendampingan yang layak.
“Tentu yang tidak boleh ditinggalkan adanya pendampingan hukum dalam seluruh proses pemeriksaan dan persidangan nanti, tentu KPAI akan berkolaborasi dengan kepolisian terkait penanganan ABH,” lanjutnya.
Baca Juga: Polres Tasikmalaya Kota Gerebek Tambang Emas Ilegal di Karangjaya, Warga Dukung Aksi Polisi
Selain itu, Margaret menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem perlindungan dan kesehatan mental di sekolah.
“Belajar dari kasus ini, kita akan kembali menguatkan terkait implementasi sekolah ramah anak secara optimal dan maksimal terkait keberadaan tim pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, satuan pendidikan tidak boleh menyepelekan persoalan mental anak-anak, terutama yang berkaitan dengan perasaan terasing dan tekanan emosional di lingkungan sekolah.
Artikel Terkait
Heboh Penumpang Teriak Ada Bom di Kabin, Pesawat Jakarta–Medan Gagal Terbang dan Penumpang Panik Bukan Main!
Motif Terkuak! Pelaku Pelempar Bom Molotov 6 Pos Polisi di Yogyakarta Ternyata Hanya Ikut Tren Medsos
5 Kesalahan Umum saat Membeli Asuransi Jiwa, Bisa Jadi Bom Waktu bagi Finansial Keluarga
Teror Bom Guncang 3 Sekolah Internasional Tangsel–Jakut, Pelaku Minta Rp497 Juta Tebusan Lewat Bitcoin
Pemerintah Beri Sinyal BPD Dapat Jatah Dana Rp200 Triliun, Tapi Kasus Lama Bisa Jadi ‘Bom Waktu’
Polisi Dalami Motif di Balik Letupan Bom SMAN 72 Jakarta, Terduga Pelaku Diduga Siswa yang Alami Perundungan