Revolusi Pelayanan Publik Cecep Nurul Yakin Gratiskan Dokter Spesialis dan Lahirkan Sarjana dari Desa

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Senin, 1 Desember 2025 | 16:40 WIB
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat menandatangani kesepakatan dengan Unpad dalam bidang pendidikan dokter spesialis gratis, pada hari Kamis (27/11/2025).   (Dok. Prokompim)
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat menandatangani kesepakatan dengan Unpad dalam bidang pendidikan dokter spesialis gratis, pada hari Kamis (27/11/2025). (Dok. Prokompim)

 

Mediapriangan.com - Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, kembali membuat langkah besar yang menyita perhatian publik. Setelah sebelumnya merombak sistem penerangan jalan, kini giliran sektor kesehatan dan pendidikan desa yang disentuh dengan kebijakan baru yang menyasar wilayah-wilayah pinggiran Kabupaten Tasikmalaya, wilayah yang selama ini minim akses layanan kesehatan dan peluang pendidikan lanjutan.

Terobosan pertama terlihat dari kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Melalui kemitraan tersebut, dokter umum asal Tasikmalaya berkesempatan menempuh pendidikan spesialis tanpa dipungut biaya.

Seluruh biaya pendidikan tersebut akan dibiayai APBD Kabupaten Tasikmalaya pada tahun anggaran 2026. Hal itu disampaikan Bupati Cecep Nurul Yakin saat menghadiri pelantikan Pengurus Idaroh Syu’biyah, Ghusniyah, dan Sya’afiyah JATMAN Kabupaten Tasikmalaya periode 2025–2029 di Gedung Pendopo Baru Tasikmalaya, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga: Ketua dan Wakil Ketua FK Tagana Tasikmalaya Diterjunkan ke Aceh, Usai Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Medan

"Setiap dokter yang telah selesai menempuh pendidikan spesialis, akan kami kontrak untuk kembali dan bertugas di RSUD Cikatomas," ujar Cecep.

Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil karena selama ini Kabupaten Tasikmalaya mengalami kesulitan menghadirkan dokter spesialis ke RSUD Cikatomas yang berstatus tipe D.

Ketimpangan tarif, terang Cecep, menjadi kendala besar. Dimana di RSUD KHZ Musthafa, satu tindakan operasi berkisar Rp5 juta, namun ketika diminta melakukan operasi di RSUD Cikatomas, dokter spesialis meminta bayaran hingga Rp15 juta untuk tindakan serupa.

Baca Juga: Puncak Perayaan JNE Hadir di GBK, Semangat Bergerak Bersama Rayakan HUT JNE 35

Pola ini, kata Cecep, tidak bisa terus dipertahankan. Pemerintah kini tengah melakukan verifikasi terhadap sejumlah dokter umum yang akan diberi kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.

"Mereka nantinya diproyeksikan menjadi tenaga kesehatan profesional di rumah sakit wilayah selatan, terutama RSUD Cikatomas. Anggarannya sudah dialokasikan dalam APBD 2026," ujar Cecep.

Di luar sektor kesehatan, pemerintah juga meluncurkan terobosan penting di bidang peningkatan sumber daya manusia desa melalui program "Satu Desa Satu Sarjana".

Baca Juga: Dari Zona ke Zona, GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Mantapkan Barisan dan Regenerasi Kader

Program ini kata Cecep, lahir dari fakta bahwa masih banyak aparatur desa di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki latar pendidikan rendah, bahkan ada yang hanya lulusan SMP.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X