Hampir Dua Bulan Pascabanjir, Aceh Tamiang Dikepung Debu Pascabanjir dan Ancaman ISPA

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 20 Januari 2026 | 14:22 WIB
Debu pascabanjir menyelimuti Aceh Tamiang hampir dua bulan pascabanjir. Warga dihadapkan pada ancaman ISPA yang kian mengkhawatirkan. (Instagram/soviaaudita)
Debu pascabanjir menyelimuti Aceh Tamiang hampir dua bulan pascabanjir. Warga dihadapkan pada ancaman ISPA yang kian mengkhawatirkan. (Instagram/soviaaudita)

ACEH, Mediapriangan.com - Hampir dua bulan setelah banjir melanda, Aceh Tamiang masih bergulat dengan persoalan lingkungan yang belum kunjung tuntas.

Lumpur sisa banjir yang mengendap kini berubah menjadi debu pascabanjir yang beterbangan dan mengganggu aktivitas warga. Kondisi ini turut memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya kasus ISPA di wilayah terdampak.

Sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman di Aceh Tamiang tampak tertutup lapisan debu pascabanjir. Debu tersebut muncul ketika lumpur mulai mengering dan terangkat oleh lalu lintas kendaraan maupun hembusan angin. Situasi ini dirasakan semakin berat, terutama di jalur yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Baca Juga: Banjir Rendam Desa Karangligar Karawang, Rumah Panggung KDM hingga Sekolah Terendam Lebih 3 Meter

Fenomena debu pascabanjir di Aceh Tamiang juga ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu video yang beredar memperlihatkan kondisi jalan dan kendaraan yang tertutup debu tebal dari lumpur yang mengering.

“Luar biasa debunya, luar biasa. Semangat kita ya, nggak tega lihatnya,” ungkap pemilik akun, dikutip pada Selasa, 20 Januari 2026.

Video tersebut menunjukkan sisa banjir yang belum sepenuhnya tertangani di Aceh Tamiang, dengan debu pascabanjir yang menempel di badan mobil dan beterbangan saat kendaraan melintas.

Baca Juga: Viral Usia Galon Jadi Sorotan, Peluruhan BPA Dinilai Bahaya bagi Konsumen Air Mineral

Unggahan lain juga memperlihatkan kondisi serupa di kawasan permukiman warga. Dalam salah satu video tertulis, “Hari ke-54 pascabanjir dan longsor di Aceh. Debu tebal sisa lumpur masih selimuti pemukiman warga Aceh.”

“Setiap hembusan angin dan lalu lintas kendaraan mengangkat partikel debu ke udara, menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan berisiko bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kondisi Aceh Tamiang pascabanjir ini menuai keprihatinan dari warganet. Sejumlah komentar mengingatkan warga untuk menggunakan pelindung diri guna mengurangi paparan debu pascabanjir yang berpotensi memicu ISPA.

Baca Juga: Kunjungan Kerja di Kota Tasik, Wapres Gibran Kunjungi Pasar Cikurubuk dan RSUD dr. Soebardjo Tasikmalaya

“Sedia masker sebelum lewat situ karena banyak abu, pakai masker atau kacamata ya teman-teman,” tulis salah satu warganet.

“Karena ini banyak korban bencana yang terkena ISPA,” komentar warganet lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X