ACEH, Mediapriangan.com - Hampir dua bulan setelah banjir melanda, Aceh Tamiang masih bergulat dengan persoalan lingkungan yang belum kunjung tuntas.
Lumpur sisa banjir yang mengendap kini berubah menjadi debu pascabanjir yang beterbangan dan mengganggu aktivitas warga. Kondisi ini turut memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya kasus ISPA di wilayah terdampak.
Sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman di Aceh Tamiang tampak tertutup lapisan debu pascabanjir. Debu tersebut muncul ketika lumpur mulai mengering dan terangkat oleh lalu lintas kendaraan maupun hembusan angin. Situasi ini dirasakan semakin berat, terutama di jalur yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Baca Juga: Banjir Rendam Desa Karangligar Karawang, Rumah Panggung KDM hingga Sekolah Terendam Lebih 3 Meter
Fenomena debu pascabanjir di Aceh Tamiang juga ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu video yang beredar memperlihatkan kondisi jalan dan kendaraan yang tertutup debu tebal dari lumpur yang mengering.
“Luar biasa debunya, luar biasa. Semangat kita ya, nggak tega lihatnya,” ungkap pemilik akun, dikutip pada Selasa, 20 Januari 2026.
Video tersebut menunjukkan sisa banjir yang belum sepenuhnya tertangani di Aceh Tamiang, dengan debu pascabanjir yang menempel di badan mobil dan beterbangan saat kendaraan melintas.
Baca Juga: Viral Usia Galon Jadi Sorotan, Peluruhan BPA Dinilai Bahaya bagi Konsumen Air Mineral
Unggahan lain juga memperlihatkan kondisi serupa di kawasan permukiman warga. Dalam salah satu video tertulis, “Hari ke-54 pascabanjir dan longsor di Aceh. Debu tebal sisa lumpur masih selimuti pemukiman warga Aceh.”
“Setiap hembusan angin dan lalu lintas kendaraan mengangkat partikel debu ke udara, menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan berisiko bagi masyarakat,” imbuhnya.
Kondisi Aceh Tamiang pascabanjir ini menuai keprihatinan dari warganet. Sejumlah komentar mengingatkan warga untuk menggunakan pelindung diri guna mengurangi paparan debu pascabanjir yang berpotensi memicu ISPA.
“Sedia masker sebelum lewat situ karena banyak abu, pakai masker atau kacamata ya teman-teman,” tulis salah satu warganet.
“Karena ini banyak korban bencana yang terkena ISPA,” komentar warganet lainnya.
Artikel Terkait
Peran TNI dalam Pencegahan Terorisme Harus Profesional, Terbatas, dan Akuntabel
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Seri Bandung, Ujian Berat Menanti Megawati Hangestri dan Jakarta Pertamina Enduro
Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Diperiksa 1x24 Jam di Polres Kudus dan Langsung Dibawa ke Semarang
Pendaki Diduga Hilang di Bukit Mongkrang Tawangmangu, Operasi Pencarian BPBD Hari Pertama Terkendala Cuaca
Arip Rachman Temukan Irigasi Tak Optimal dan Minim PJU di Sukarame Tasikmalaya
Sorotan Kasus Pandji Pragiwaksono, Arie Kriting Tegaskan Batas Komedi soal Penistaan Agama