Banjir Bandang Purbalingga Isolasi Permukiman Lereng Slamet, Gotong Royong Warga Buka Akses Dusun Terisolir

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 26 Januari 2026 | 10:32 WIB
Gotong Royong dilakukan pasca Banjir Bandang Purbalingga untuk membuka akses Dusun Terisolir di wilayah lereng Gunung Slamet. (Instagram/purbalingga.hitz)
Gotong Royong dilakukan pasca Banjir Bandang Purbalingga untuk membuka akses Dusun Terisolir di wilayah lereng Gunung Slamet. (Instagram/purbalingga.hitz)

 

PURBALINGGA, Mediapriangan.com - Upaya pemulihan pascabencana mulai digerakkan setelah Banjir Bandang Purbalingga memutus akses sejumlah wilayah di lereng Gunung Slamet.

Sejak Sabtu dini hari, kawasan permukiman yang terdampak dipenuhi material batu, kayu, dan lumpur, membuat beberapa Dusun Terisolir dan sulit dijangkau kendaraan bantuan.

Dalam kondisi darurat tersebut, Gotong Royong menjadi kunci utama pembukaan jalur sementara. Warga bersama aparat TNI dan Polri turun langsung membersihkan material longsor di Dusun Bambangan.

Langkah ini dilakukan agar distribusi bantuan ke Dusun Terisolir dapat segera dilakukan menyusul Banjir Bandang Purbalingga yang membawa dampak luas.

Baca Juga: Banjir Aceh Utara Sisakan Lumpur Sawah Setinggi Pinggang, Petani Aceh Utara Tetap Tanam Padi dan Tuai Perhatian

“Dari warga dan aparat TNI Polri menuju lokasi pembuatan jalur sementara atau jalur darurat yang bisa diakses untuk menyalurkan bantuan,” dikutip dari video yang diunggah oleh akun Instagram @purbalingga.hitz pada Minggu, 25 Januari 2026.

Masih dalam unggahan yang sama, disebutkan bahwa dampak Banjir Bandang Purbalingga menyebabkan lebih dari satu wilayah terputus total.

“Ada dua dusun di Purbalingga yang terisolir, terutama di Gunung Malang,” sambung narasi dalam video tersebut, menegaskan kondisi Dusun Terisolir yang membutuhkan penanganan cepat.

Baca Juga: Banjir Bandang Pemalang Terjang Desa Penakir, Material Gunung Slamet Putus Jembatan dan Rusak Permukiman

Rekaman visual dari lokasi memperlihatkan betapa parahnya terjangan banjir dan longsor. Jalan aspal tak lagi terlihat tertutup batu berukuran besar, sementara halaman rumah warga dipenuhi kayu dari hulu gunung.

Situasi ini menggambarkan skala Banjir Bandang Purbalingga yang memaksa warga bertahan dalam keterbatasan akses.

“Betapa mengerikannya ini, air itu meluap sampai atas sana,” lanjut suara dalam video, menggambarkan kepanikan warga saat bencana melanda.

Baca Juga: Banjir Bandang Pemalang Terjang Desa Penakir, Material Gunung Slamet Putus Jembatan dan Rusak Permukiman

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X