Berdasarkan data BPBD, dampak Banjir Bandang Purbalingga membuat sekitar 500 warga mengungsi akibat kerusakan rumah.
Kerusakan terparah terjadi di Dusun Kaliurip, Desa Serang, dengan 36 rumah mengalami rusak berat, sebagian tertimbun material setinggi satu meter dan beberapa lainnya rata dengan tanah.
Sementara itu, di wilayah Gunung Malang yang masih berstatus Dusun Terisolir, tercatat 18 rumah terdampak, dengan 12 di antaranya rusak berat.
Di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, sebanyak 29 rumah mengalami kerusakan ringan. Proses Gotong Royong terus dilakukan untuk memastikan jalur darurat tetap terbuka dan aman dilalui.
Selain permukiman, Banjir Bandang Purbalingga juga merusak infrastruktur vital. Jembatan penghubung Kutabawa dan Clekatakan dilaporkan ambruk, sementara akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang sekitar 12 meter. Kondisi ini memperpanjang status Dusun Terisolir di kawasan tersebut.
BPBD bersama unsur terkait menyatakan pembersihan akan terus dilanjutkan melalui skema Gotong Royong, sambil menunggu alat berat masuk ke lokasi. Fokus utama penanganan saat ini adalah membuka akses menuju Dusun Terisolir, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan keselamatan warga pasca Banjir Bandang Purbalingga.***
Artikel Terkait
Fenomena Gunung Menangis Muncul di Sembalun, Warga Khawatir Ancaman Banjir Bandang Terulang
Kontur Jalan di Aceh Tamiang Masih Seperti Agar-agar, Warga Khawatir Usai Banjir Bandang 2025
Kisah Pengungsi Bencana Banjir Bandang Aceh Tamiang, Seorang Ibu Mengaku Tak Butuh Uang Usai Kehilangan Rumah
Influencer Vilmei Terisak Tinggalkan Lokasi Banjir Bandang Aceh Tamiang, Dikuatkan Warga, Jangan Menangis, Kami Bahagia
Garoga Tapanuli Selatan Tersapu Banjir Bandang dan Kayu Gelondongan, Warga Ungkap Kondisi Terkini
Banjir Bandang Terjang Tebing Tinggi Kalsel, Warga Bertahan di Atap Ambulans saat Status Siaga Cuaca Ekstrem Ditetapkan