OJK Tasikmalaya Perkuat Digitalisasi Sektor Jasa Keuangan untuk Dongkrak Literasi Keuangan Priangan Timur

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Rabu, 28 Januari 2026 | 15:21 WIB
OJK Tasikmalaya menegaskan penguatan digitalisasi sektor jasa keuangan untuk meningkatkan literasi masyarakat Priangan Timur, di Hotel Grand Palma Pangandaran, Selasa 27 Januari 2026. (Dok. Asep M.S)
OJK Tasikmalaya menegaskan penguatan digitalisasi sektor jasa keuangan untuk meningkatkan literasi masyarakat Priangan Timur, di Hotel Grand Palma Pangandaran, Selasa 27 Januari 2026. (Dok. Asep M.S)

Baca Juga: OJK Turunkan Target Kredit 2025 Jadi 8,99 Persen, Perbankan Diminta Realistis Atur Ekspansi di Tengah Ekonomi Melambat

"Meski demikian, ia menilai ekonomi Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan positif, ditopang permintaan domestik, stabilitas sektor keuangan, serta kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran 5,18 persen, " Ujar Andry usai menjadi Nara sumber pada kegiatan tersebut.

Dari sisi kinerja BPR dan BPR Syariah di Priangan Timur, lanjut Hendry, hingga Desember 2025 tercatat pertumbuhan aset sebesar 3,81 persen (yoy) menjadi Rp3,56 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 2,71 persen (yoy) menjadi Rp2,51 triliun, sementara penyaluran kredit meningkat 5,62 persen (yoy) menjadi Rp2,81 triliun.

Penyaluran kredit BPR/BPRS masih didominasi segmen non-UMKM yang tumbuh 6,27 persen (yoy) menjadi Rp1,89 triliun dengan NPL 3,39 persen. Adapun kredit produktif/UMKM mencapai Rp919 miliar atau tumbuh 4,30 persen (yoy), namun disertai NPL relatif tinggi sebesar 7,26 persen sehingga memerlukan penguatan manajemen risiko.

Baca Juga: Kerugian Akibat Pinjol dan Keuangan Ilegal Tembus Rp120 Triliun, OJK Peringatkan Risiko di Era Digitalisasi

Untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga Desember 2025 tercatat sebesar Rp5,73 triliun dengan 122.833 debitur. "

Kabupaten Garut menjadi daerah penyaluran terbesar dengan Rp1,69 triliun, disusul Kabupaten Tasikmalaya Rp1,24 triliun, Kabupaten Sumedang Rp915 miliar, Kabupaten Ciamis Rp844 miliar, Kota Tasikmalaya Rp592 miliar, Kabupaten Pangandaran Rp303 miliar, dan Kota Banjar Rp138 miliar, " Jelas Hendry.

Sementara itu, kinerja LKM dan LKM Syariah hingga akhir 2025 masih menghadapi tekanan. Aset tercatat turun 3,37 persen (yoy) menjadi Rp108,55 miliar, penyaluran kredit turun 17,59 persen (yoy) menjadi Rp77,21 miliar.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X