KUPANG, Mediapriangan.com - Sorotan publik kembali tertuju pada dunia pendidikan di wilayah timur Indonesia. Kondisi SDN Leomanu di Desa Nunuanah, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjadi perbincangan setelah video aktivitas belajar saat hujan deras tersebar luas di media sosial.
Video yang memperlihatkan Sekolah Kebanjiran NTT tersebut diunggah akun Instagram @fnrbtwyh. Rekaman itu menampilkan realitas belajar siswa dan guru yang harus bertahan di tengah genangan air, sekaligus membuka kembali diskusi tentang Fasilitas Pendidikan Kupang yang masih jauh dari kata layak.
Dalam rekaman berdurasi 54 detik itu, ruang belajar siswa tidak berupa kelas permanen. Anak-anak tampak duduk di bawah atap sederhana dari anyaman kayu, tanpa dinding, tanpa lantai semen, hanya tanah bercampur pasir sebagai alas belajar.
Saat hujan turun, air langsung mengalir ke area tempat mereka menimba ilmu, memperjelas Kondisi SDN Leomanu yang rentan terdampak cuaca.
Pemilik akun yang juga relawan pengajar menceritakan pengalamannya mengajar di tengah situasi tersebut.
“Pernah kebayang nggak sih, lagi ngajar terus tiba-tiba air masuk? Yup, beginilah kondisi kelas aku kalau hujan besar,” tulis pemilik akun dalam keterangan video, dikutip pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Air yang awalnya merembes perlahan kemudian menggenang di sela-sela bangku siswa. Fenomena Sekolah Kebanjiran NTT ini bukan kejadian satu kali, melainkan kondisi yang berulang setiap hujan deras turun, mencerminkan minimnya Fasilitas Pendidikan Kupang di wilayah terpencil.
Baca Juga: Tanah Bergerak Jatinegara Tegal Meluas, 464 Rumah Terdampak dan Ribuan Warga Mengungsi
Melalui kolom komentar, relawan tersebut mengungkapkan reaksi beragam dari para siswa saat kelas mereka berubah menjadi genangan air.
“Ada (siswa) yang raut mukanya tampak bingung, tapi ada juga yang happy main air. Jadi sungai dong kelasnya, mantap,” tulisnya lagi.
Meski anak-anak terlihat ceria, kondisi ini dinilai tidak seharusnya dibiarkan.
“Mereka happy juga main air, cuma ya yang begini jangan keterusan. Masa ketimpangan fasilitas pendidikan mau dijaga terus,” tulisnya menanggapi komentar warganet.
Artikel Terkait
Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Tasikmalaya Disorot DPRD, Penanganan Dinilai Belum Optimal
Outlook Negatif Moodys Disorot DPR, Harris Turino Nilai Kebijakan Ekonomi Perlu Arah Lebih Tegas
Pelajar SMK Tegal Ditemukan Meninggal Usai Terseret Arus Banjir Tegal saat Menolong Pengendara
Pascabanjir Aceh, Warga Aceh Tamiang Bertahan dengan Gabah Terendam Banjir Meski Bau dan Bertunas
Giulia Angelina Ternyata Belum Bisa Diturunkan, Bandung BJB Tandamata Taruhkan Nasib Final Four Proliga 2026
Promedia Group Raih Penghargaan Panen Fest 2026, Perannya Disorot dalam Publikasi Ketahanan Pangan