Viral Kondisi SDN Leomanu Kupang, Sekolah Kebanjiran NTT Tiap Hujan Deras dan Sorot Fasilitas Pendidikan Kupang

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Minggu, 8 Februari 2026 | 09:02 WIB
Kondisi SDN Leomanu Kupang viral. Sekolah Kebanjiran NTT saat hujan, warganet soroti Fasilitas Pendidikan Kupang.   (Instagram/fnrbtwyh)
Kondisi SDN Leomanu Kupang viral. Sekolah Kebanjiran NTT saat hujan, warganet soroti Fasilitas Pendidikan Kupang. (Instagram/fnrbtwyh)

 

KUPANG, Mediapriangan.com - Sorotan publik kembali tertuju pada dunia pendidikan di wilayah timur Indonesia. Kondisi SDN Leomanu di Desa Nunuanah, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjadi perbincangan setelah video aktivitas belajar saat hujan deras tersebar luas di media sosial.

Video yang memperlihatkan Sekolah Kebanjiran NTT tersebut diunggah akun Instagram @fnrbtwyh. Rekaman itu menampilkan realitas belajar siswa dan guru yang harus bertahan di tengah genangan air, sekaligus membuka kembali diskusi tentang Fasilitas Pendidikan Kupang yang masih jauh dari kata layak.

Dalam rekaman berdurasi 54 detik itu, ruang belajar siswa tidak berupa kelas permanen. Anak-anak tampak duduk di bawah atap sederhana dari anyaman kayu, tanpa dinding, tanpa lantai semen, hanya tanah bercampur pasir sebagai alas belajar.

Baca Juga: Perjuangan Guru Padang Pariaman Viral, Guru SMPN 3 Kayu Tanam Terobos Sawah dan Bukit demi Temui Siswa

Saat hujan turun, air langsung mengalir ke area tempat mereka menimba ilmu, memperjelas Kondisi SDN Leomanu yang rentan terdampak cuaca.

Pemilik akun yang juga relawan pengajar menceritakan pengalamannya mengajar di tengah situasi tersebut.

“Pernah kebayang nggak sih, lagi ngajar terus tiba-tiba air masuk? Yup, beginilah kondisi kelas aku kalau hujan besar,” tulis pemilik akun dalam keterangan video, dikutip pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Air yang awalnya merembes perlahan kemudian menggenang di sela-sela bangku siswa. Fenomena Sekolah Kebanjiran NTT ini bukan kejadian satu kali, melainkan kondisi yang berulang setiap hujan deras turun, mencerminkan minimnya Fasilitas Pendidikan Kupang di wilayah terpencil.

Baca Juga: Tanah Bergerak Jatinegara Tegal Meluas, 464 Rumah Terdampak dan Ribuan Warga Mengungsi

Melalui kolom komentar, relawan tersebut mengungkapkan reaksi beragam dari para siswa saat kelas mereka berubah menjadi genangan air.

“Ada (siswa) yang raut mukanya tampak bingung, tapi ada juga yang happy main air. Jadi sungai dong kelasnya, mantap,” tulisnya lagi.

Meski anak-anak terlihat ceria, kondisi ini dinilai tidak seharusnya dibiarkan.

“Mereka happy juga main air, cuma ya yang begini jangan keterusan. Masa ketimpangan fasilitas pendidikan mau dijaga terus,” tulisnya menanggapi komentar warganet.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X