ACEH, Mediapriangan.com - Dua bulan setelah bencana banjir bandang dan longsor melanda wilayah Aceh, kisah bertahan hidup Warga Aceh Tamiang masih menyisakan pilu.
Di tengah kondisi Pascabanjir Aceh yang belum sepenuhnya pulih, sebagian warga terpaksa mengolah Gabah Terendam Banjir untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.
Kondisi tersebut terungkap dalam sebuah video yang beredar di media sosial dan diunggah akun Instagram @robi16.official. Rekaman itu memperlihatkan realitas Pascabanjir Aceh, ketika Warga Aceh Tamiang memanfaatkan sisa gabah yang sempat terendam air dan lumpur akibat banjir.
Baca Juga: Pelajar SMK Tegal Ditemukan Meninggal Usai Terseret Arus Banjir Tegal saat Menolong Pengendara
Dalam video tersebut, seorang warga bernama Siti Khodijah tampak memilah Gabah Terendam Banjir yang masih dianggap layak diolah. Meski sebagian gabah telah berubah warna dan tumbuh kecambah, proses penjemuran tetap dilakukan demi menghasilkan beras.
“Di sini bener-bener mereka memanfaatkan apa yang bisa mereka olah lagi. Ini padi udah tumbuh akar, tumbuh kecambah kayak gini,” ucap pemilik akun pada video yang diunggah pada Kamis, 5 Februari 2026.
“Sudah 2 bulan pascabanjir tapi masih banyak saudara kita di Aceh yang terbatas untuk makanan,” lanjutnya.
Baca Juga: Outlook Negatif Moodys Disorot DPR, Harris Turino Nilai Kebijakan Ekonomi Perlu Arah Lebih Tegas
Bagi Warga Aceh Tamiang, pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah keterbatasan logistik Pascabanjir Aceh, gabah yang selamat meski terendam tetap menjadi sumber pangan utama, meskipun kualitasnya menurun.
“Aromanya juga sudah beda, sudah bau,” ujar perekam video.
“Iya, sudah bau tapi sayang juga. Untung bisa masih bisa ditelan. Senang sekali dapat beras, terima kasih banyak,” lanjutnya.
Pemandangan sekitar rumah Siti Khodijah masih menunjukkan sisa dampak Pascabanjir Aceh. Lumpur mengering terlihat di halaman, sementara sejumlah perabot rumah tangga dikeluarkan untuk dibersihkan.
Baca Juga: Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Tasikmalaya Disorot DPRD, Penanganan Dinilai Belum Optimal
Artikel Terkait
Tali Sling Jadi Andalan Warga Kecamatan Ketol Aceh Tengah, Desa Masih Terisolir Lebih dari 40 Hari Pascabanjir
Kisah Warga Aceh Tamiang Mengalah dari Antrean Huntara Usai Banjir Sumatera, Pilih Dahulukan Penyintas Lebih Terisolir
Banjir Bandang Aceh Tengah Disorot Salim A Fillah, Curhat Kepala Desa Ungkap Perjuangan Warga Bertahan
Viral Dugaan Pungli Relawan Bencana Aceh di Terminal Karya Jaya, Dishub Palembang Klarifikasi Pelaku
Update Dugaan Pungli Relawan Aceh di Terminal Palembang, BPTD Sumsel Ancam Tempuh Jalur Hukum
Jembatan Gantung Tinggal Rangka, Anak-Anak Aceh Tengah Bertaruh Nyawa Demi Bisa Sekolah
Hampir Dua Bulan Pascabanjir, Aceh Tamiang Dikepung Debu Pascabanjir dan Ancaman ISPA
Jalan Putus dan Desa Terisolir di Aceh Tengah, Relawan Ungkap Perjalanan Ekstrem Kirim Bantuan
Lubang Raksasa Aceh Tengah Putuskan Akses Jalan, Desa Pondok Balik Terancam Longsor Susulan
Tiga Bulan Menahan Trauma, Ibu Suarni Akhirnya Kembali ke Lokasi Longsor Aceh Tengah pada Kamis 5 Februari 2026