Menurutnya, tarling di Eks Kewedanaan Kawali menjadi ruang untuk mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menghadapi arus digitalisasi.
Bupati Herdiat secara khusus menyinggung maraknya praktik judi online yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Ciamis.
“Kalau tidak diawasi dengan sungguh-sungguh, anak-anak kita bisa terjerumus pada hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti judi online dan lainnya,” tegasnya.
Selain judi online, Bupati juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak serta berbagai penyimpangan perilaku di ruang digital.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Pastikan 250 KK Korban Banjir Ciamis Terima Bantuan Rp5 Juta Tanpa Potongan
Bupati menegaskan bahwa pembinaan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah, karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan keluarga.
“Jangan hanya mengandalkan sekolah. Waktu anak lebih banyak di rumah bersama orang tua. Di sinilah peran pengawasan itu sangat penting,” katanya.
Melalui tarling di Eks Kewedanaan Kawali, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap program rutilahu dapat membantu meningkatkan kualitas hunian warga sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Di sisi lain, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadapi tantangan digitalisasi dengan memperkuat peran keluarga agar generasi muda terhindar dari pengaruh negatif.***
Artikel Terkait
Undang Menangis Haru Dapat Bantuan Rutilahu Rp20 Juta dari Bupati Ciamis, Rumah Tak Layaknya Akan Direnovasi
Tarling Ramadan 1447 Hijriah Dimulai, Pemkab Ciamis Pilih Lakbok sebagai Titik Awal
Bupati Ciamis Datangi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Lakbok, Dua Keluarga Akhirnya Tersenyum
Refleksi Satu Tahun, Bupati Ciamis dan Aliansi BEM Ciamis Raya Bahas APBD dan Arah Pembangunan
Kabupaten Ciamis Raih Peringkat Pertama Nasional Anugerah Pengelolaan Sampah 2026
Kabupaten Ciamis Raih Predikat Terbaik Nasional dalam Pengelolaan Sampah, Bukti Kinerja Berbasis Kolaborasi