Pada Februari 2026, pelaku diduga melakukan tindakan melempar barang ke arah rumah korban, namun tidak dilaporkan karena minim bukti.
“Setiap saya beraktivitas seperti mandi, nyuci, nyapu, atau masak dia pasti selalu marah dengan getok-getok tembok di sebelah, kebetulan kamar mandi dan dapur bersebelahan dengan kamar dia,” paparnya.
Situasi yang berulang ini memicu warga Denpasar trauma, terutama bagi istri korban yang mengaku mengalami tekanan psikologis dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Mbak aku yang belum bisa damai. Mbak nggak tau gimana aku di sini beberapa bulan ini, nggak ada yang tau gimana tertekannya aku mau beraktivitas mbak,” tulisnya dalam isi pesan itu.
“Sampai aku marahin anakku terus kalau dia berisik, suamiku lewat jam 10 nggak aku kasih dia ke dapur walaupun cuma ambil air, itu karena aku bener-bener ketakutan sendiri mbak,” sambungnya.***
Artikel Terkait
Gelap Mata Akibat judi online, Pemuda di Lahat Tega Lakukan mutilasi ibu kandung dan Kubur Jasad di Kebun
Antisipasi Bahaya Radikalisme, Pemerintah Libatkan Warga 'Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI'
IAIT Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Islam Tasikmalaya, Targetkan Perkuat Daya Saing Lulusan
Polisi Dalami Kasus Penganiayaan IRT di Mangkubumi, Kasat Reskrim: Ungkap Pelaku Secara Profesional
Dominasi Pertamina Enduro Runtuhkan Rekor Alessandro Lodi di Final Four Proliga 2026, Amankan Juara Putaran Pertama
Irina Voronkova Menggila di Solo, Bawa Pertamina Enduro Tekuk Phonska Plus dan Puncaki Final Four Proliga 2026