Antisipasi Bahaya Radikalisme, Pemerintah Libatkan Warga 'Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI'

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Kamis, 9 April 2026 | 10:46 WIB
Perkuat stabilitas daerah, Bakesbangpol Jabar ajak warga Tasikmalaya tingkatkan literasi media melalui gerakan Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI. Simak selengkapnya. (Dok. AMS)
Perkuat stabilitas daerah, Bakesbangpol Jabar ajak warga Tasikmalaya tingkatkan literasi media melalui gerakan Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI. Simak selengkapnya. (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi bertajuk "Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI" bertempat di Gedung Aulia Hall Center, Jl. Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, Rabu (08/04/2026).

Kegiatan diikuti kurang lebih 300 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan RT/RW se-Kota Tasikmalaya sebagai garda terdepan dalam menangkal paham radikal dan menjaga stabilitas daerah.

Empat narasumber memberikan materi dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Guru Besar Fikom Unpad, Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si; Doktor Kuminkais Publik dan Ilmu Pemerintahan Unpad, Dr. Ilham Gemiharto, S.Sos, M.Si; Kepala Bakesbangpol Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M; serta Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, S.IK, M.H.

Baca Juga: Penanganan Sampah di Kota Tasikmalaya Belum Maksimal, Sampah Lebaran Masih Menumpuk di Jalan Paseh

Kepala Bakesbangpol Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M, mengatakan, stabilitas daerah sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam memfilter ideologi ekstrem yang masuk melalui berbagai kanal, terutama media sosial.

"Stabilitas daerah tergantung pada kemampuan masyarakat dalam memfilter ideologi ekstrem. Untuk itu, edukasi langsung ke masyarakat dinilai efektif untuk memutus rantai penyebaran paham radikal," ujar Ade Hendar di sela kegiatan.

Ia berharap sosialisasi "Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI"mampu meningkatkan kesadaran kolektif warga akan bahaya radikalisme yang bisa merusak keutuhan bangsa.

Baca Juga: Buron Usai Bacok Korban, Polisi Ringkus Residivis Begal Jalan Halmahera Semarang di Magelang

Menurutnya, pendekatan kultural dengan tagline berbahasa Sunda dipilih agar pesan kebangsaan lebih membumi dan mudah diterima masyarakat Priangan Timur.

Sejumlah peserta mengikuti kegiatan sosialisasi bertajuk “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI” bertempat di Gedung Aulia Hall Center, Jl. Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, Rabu (08/04/2026).
Sejumlah peserta mengikuti kegiatan sosialisasi bertajuk “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI” bertempat di Gedung Aulia Hall Center, Jl. Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, Rabu (08/04/2026). (Dok. AMS)

Ade mengajak seluruh peserta yang hadir untuk tidak berhenti sebagai pendengar. Mereka diminta menjadi agen informasi di lingkungannya masing-masing.

Tugasnya sederhana, yaitu menyampaikan kembali pentingnya menjaga keutuhan bangsa, merawat toleransi, dan melaporkan jika menemukan indikasi penyebaran paham menyimpang.

"Jadilah penyambung informasi yang baik. Sampaikan ke tetangga, ke grup WA, ke komunitas, bahwa NKRI ini harus kita jaga bersama. Jangan beri ruang bagi paham yang ingin memecah belah,"pesannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X