Dialog ini tidak berjalan satu arah. Wamentan Sudaryono secara proaktif terjun langsung mendengarkan keluhan para peternak terkait kendala operasional dan manajemen usaha di lapangan.
Langkah ini diambil agar kebijakan yang lahir nantinya benar-benar berpihak pada keberlangsungan hidup para peternak kecil, bukan sekadar teori di atas kertas.
Integrasi antara manajemen usaha yang modern, kemudahan akses pembiayaan, dan perlindungan terhadap harga pasar menjadi poin-poin krusial yang dibahas dalam forum tersebut.
Pemerintah berkomitmen bahwa pencapaian swasembada pangan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan para pelaku di sektor perunggasan.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi seperti GOPAN, target kemandirian pangan nasional diharapkan tidak lagi menjadi sekadar wacana.
Fokus utama kini berada pada percepatan produktivitas pertanian dan peternakan demi mewujudkan swasembada pangan yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.***
Artikel Terkait
Ketua PKK Ciamis Kania Ernawati Herdiat Beri Layanan Cek Kesehatan Gratis, Bekali Kader Menuju Indonesia Emas
ASN Ciamis Mulai WFH Setiap Jumat demi Efisiensi Anggaran dan Transformasi Kerja
Mencari Sosok Inspiratif, Pemilihan Pemuda Pelopor 2026 Ciamis Resmi Dimulai dengan Fokus pada 5 Bidang Inovasi
Bapenda Ciamis Gebrak Inovasi Pajak Digital, Bayar Pajak Kini Lebih Mudah dan Transparan
Strategi PKK Ciamis Wujudkan Indonesia Emas 2045, Kolaborasi Hari Kartini dan Sosialisasi Program Rakernas X
Kunci Pembangunan Tepat Sasaran, Pemkab Ciamis Perkuat Integrasi Melalui Forum Satu Data Indonesia 2026